Anak Mengalami GTM? Harus Tahu 4 Cara Berikut untuk Mengatasinya

Moms, apakah si kecil sedang mengalami GTM? Hal ini memang sering terjadi pada anak-anak, terutama usia-usia di bawah tiga tahun (batita). Pasalnya, GTM memang bagian dari proses tumbuh kembang anak. 

Meski demikian, kondisi ini sering membuat banyak orang tua panik. Berbagai cara kemudian dilakukan agar anak mau makan. Bahkan dengan cara-cara yang kadang dinilai terlalu memaksa. 

Padahal, berbagai cara tersebut bisa menjadikan anak mengalami trauma, baik terhadap orang tua maupun makanannya. Oleh karena itu, Moms harus tau cara mengatasi anak GTM agar anak tidak terkena dampak negatifnya. 

Nah, artikel berikut akan membahas tentang GTM, baik penyebab maupun cara mengatasinya. Yuk, simak di bawah ini, Moms! 

Ketahui Penyebab Anak GTM 

GTM

Sebelum membahas tentang penyebabnya, Moms sudah tahu belum apa itu GTM? Sebagai orang tua, Moms pastinya sudah mengetahui tentang hal ini. Meski demikian, Mimin akan menguraikan lebih jelas tentang hal tersebut. 

Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan kondisi seorang anak menutup mulutnya ketika sedang makan atau akan makan. Selain itu, pada kondisi tertentu, anak bahkan bisa memuntahkan (melepeh) makanan yang ada di mulutnya.  

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, anak-anak yang sering mengalami GTM adalah anak dengan usia di bawah 3 tahun (batita). Meskipun, pada puncaknya akan terjadi pada anak usia 2 tahun. 

Anak-anak yang mengalami hal ini tentunya berakibat pada kurangnya asupan makanan yang masuk dalam tubuh. Kondisi ini menjadikan kebutuhan nutrisi dalam tubuh tidak terpenuhi. 

Tubuh yang kekurangan nutrisi pastinya sangat rentan terkena penyakit. Selain itu, juga berpotensi adanya gangguan kesehatan tertentu. 

Lalu, apa saja yang menyebabkan hal tersebut terjadi? Banyak penyebab anak GTM, di antaranya sebagai berikut. 

Inappropriate Feeding Practice 

Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, sebuah penelitian multisenter Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa penyebab anak GTM paling sering adalah inappropriate feeding practice.  

Inappropriate feeding practice merupakan perilaku makan yang tidak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Kondisi ini sering terjadi ketika anak memasuki masa penyapihan. 

Masa penyapihan merupakan masa dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa ini, setiap orang tua harus memperhatikan berbagai hal, seperti berikut. 

  • Ketepatan waktu 
  • Kualitas makanan 
  • Kuantitas makanan 
  • Kebersihan penyiapan dan penyajian makanan 
  • Sesuai dengan tahap perkembangan anak

Simak infografis berikut untuk lebih jelasnya!

GTM

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memberikan makanan pada anak. Apabila hal-hal tersebut tidak dipenuhi maka termasuk perilaku inappropriate feeding practice yang bisa menyebabkan anak menutup mulutnya ketika makan. 

Baca Juga Yuk: Berapa Berat Badan Ideal Pria? Ini Penjelasannya

Bosan Terhadap Makanan

Anak-anak adalah masa di mana sistem pencernaannya belum seperti orang dewasa. Kondisi ini memengaruhui jenis makanan anak, yaitu jadi tidak terlalu bervariasi. Akibatnya, anak terus-terusan mengonsumsi satu jenis makanan untuk beberapa waktu. 

Membiarkan anak mengonsumsi makanan yang sama setiap harinya bisa menimbulkan rasa bosan. Perasaan inilah yang menjadikan anak kemudian menutup mulutnya ketika makan atau melepeh makanannya. 

Anak Sedang Sakit 

Anak-anak memang sangat rentan terkena penyakit. Hal ini bisa terjadi dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya belum terlalu kuat layaknya orang dewasa. Nah, ketika anak sedang sakit maka nafsu makannya turun. 

Kondisi tersebut adalah wajar terjadi pada anak yang sakit. Meski demikian, akibatnya memang menjadikan anak melakukan GTM. 

Trauma Ketika Makan 

Trauma ketika makanan memang bisa terjadi pada anak-anak. Penyebabnya karena orang tua sering memaksa anak untuk makan. Padahal, anak sedang mengalami GTM atau tidak selera makan. 

Menghadapi anak menutup mulutnya ketika makan memang sering membuat orang tua emosi. Meski demikian, akan lebih baik apabila tidak menunjukkannya di depan anak. Sehingga, anak tidak mengalami trauma ketika makan. 

Belum Merasa Lapar 

Banyak anak menutup mulutnya ketika makan dikarenakan belum merasa lapar. Seperti Moms ketahui bahwa rasa lapar akan memicu anak untuk makan. Oleh karena itu, menyuapi anak yang belum merasa lapar justru akan menjadikan si kecil GTM. 

Meski demikian, rasa lapar pada anak sebenarnya bisa dikendalikan dengan mengatur jadwal atau waktu makan. Dengan cara ini maka Moms bisa mengetahui perkiraan anak sudah lapar atau belum. 

Adanya Distraksi (Gangguan) 

Distraksi atau gangguan di sekeliling anak berpotensi menjadi penyebab anak menutup mulutnya ketika makan (GTM). Beberapa distraksi yang biasanya berada di sekitar anak, seperti mainan, televisi, gadget, banyak orang. 

Distraksi tersebut akan mendorong anak untuk lebih fokus pada gangguan-gangguan di sekelilingnya dibanding pada makanan. Parahnya apabila sampai menjadikan anak tidak mau makan sama sekali. 

Growth Spurt 

Growth spurt merupakan lonjakan pertumbuhan pada bayi yang terjadi yang terjadi di awal-awal bulan setelah kelahiran. Pada masa ini, bayi memang memiliki nafsu makan yang tinggi. 

Meski demikian, masa growth spurt tidak terjadi selamanya. Berhentinya masa lonjakan pertumbuhan ini menjadikan nafsu makannya juga menurun. Nah, turunnya nafsu makan anak menjadikan anak GTM. 

Itulah beberapa penyebab anak GTM. Mengetahui hal tersebut bisa menjadikan Moms lebih waspada agar anak tidak mengalaminya. 

Cara Mengatasi Anak GTM 

GTM

Sebelumnya telah diuraikan beberapa penyebab anak GTM. Mengetahui hal tersebut bisa membantu Moms sebagai orang tua untuk mencegah anak mengalaminya. Namun, apabila terlanjur anak GTM maka perlu melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. 

Berikut ada beberapa cara mengatasi anak GTM dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia. 

Membuat Jadwal Makan 

Jadwal makan bisa dijadikan salah satu cara mengatasi anak menutup mulutnya ketika makan. Misalnya, Moms bisa membagi waktu makan anak menjadi tiga, yaitu pagi, siang, dan sore. Selain itu, juga membagi jenis makanannya menjadi makan berat dan ringan. 

Mengatur Waktu Makan 

Pada umumnya, anak-anak membutuhkan waktu makan sekitar 15-30 menit. Mengatur waktu makan sesuai durasi tersebut bisa menjadikan anak lebih fokus terhadap makanannya. Cara ini tentunya bisa untuk mengatasi anak GTM. 

Menciptakan Lingkungan yang Menyenangkan 

Lingkungan sekitar memang sangat menentukan konsentrasi anak ketika makan. Pasalnya, anak GTM biasanya dikarenakan lingkungan yang tidak kondusif. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan yang menyenangkan bisa dijadikan sebagai upaya mengatasi anak GTM. 

Memberikan Dorongan untuk Makan Sendiri 

Memberikan dorongan untuk makan sendiri bisa menjadi cara mengatasi anak GTM. Anak yang menutup mulutnya ketika makan biasanya karena dipaksa. Nah, dengan menawarkan makanan tanpa paksaan tentunya akan mendorong anak makan sendiri. 

Nah, itulah beberapa cara mengatasi anak GTM. Kira-kira cara mana dulu nih yang ingin Moms terapkan untuk si kecil? Sebaiknya semua cara diterapkan ya, Moms, karena haslnya pasti akan maksimal. 

Selain menerapkan berbagai cara tersebut, Moms juga bisa memberikan si kecil Vitummy sebagai vitamin penambah nafsu makan anak. Seperti kita tahu bahwa salah satu penyebab anak menutup mulutnya ketika makan adalah karena nafsu makan yang kurang. 

Vitummy mengandung Selenium Silver Pro yang 3X lebih ampuh meningkatkan nafsu makan anak. Yuk, beli produk Vitummy sekarang juga dan dapatkan manfaatnya!


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar