3 Dampak Anak Suka Mengompol, Ini Tips Mengatasinya

Anak suka mengompol mungkin menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi orang tua ya, Moms? Memang, tidak sedikit orang tua yang memiliki masalah ini. 

Moms, perlu diketahui bahwa ngompol (enuresis) sering dijumpai pada balita, terutama usia di bawah 3 tahun. Namun, banyak pula anak suka mengompol yang usianya yang sudah di atas 5 tahun. 

Pada umumnya, anak suka mengompol pada usia di bawah 5 tahun masih dianggap normal. Akan tetapi jika usianya sudah di atas 5 tahun maka perlu mendapatkan perhatian khusus. Tujuannya agar kebiasaan ini tidak berlanjut sampai dewasa. 

Pasalnya, banyak dampak negatif anak suka mengompol, terlebih untuk anak usia di atas 5 tahun. Kira-kira apa saja dampaknya? Artikel berikut akan membahas mengenai hak tersebut. Oleh karena itu, simak di bawah ini ya, Moms! 

Anak Suka Mengompol, Apakah Wajar? 

Anak Suka Mengompol

Dilansir dari laman RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda, mengompol adalah suatu hal yang normal, dengan catatan bagi bayi atau anak kecil yang belum bisa buang air kecil sendiri. 

Lalu, bagaimana jika anak suka mengompol tapi usianya sudah di atas 5 tahun? Untuk kasus ini, Moms perlu memperhatikan intensitasnya. Jika anak usia 5 tahun ke atas masih suka mengompol dalam 3 bulan berturut-turut maka perlu perhatian khusus.

Mom’s Perlu Tahu Juga Yah: 15 Dampak Negatif Media Sosial Pada Anak, Harus Dipahami!

Pasalnya, anak suka mengompol dibagi menjadi 3 tipe, yaitu nocturnal enuresis sebagai tipe mengompol pada waktu malam hari; diurnal enuresis sebagai tipe mengompol pada waktu beraktivitas siang hari; dan mixed sebagai tipe mengompol pada waktu beraktivitas siang hari dan malam hari. 

Adapun penyebab anak suka mengompol pada malam hari dilansir dari laman Kemenkes RI adalah sebagai berikut. 

  • Ketidakseimbangan antara kapasitas kandung kemih yang dipengaruhi oleh aktivitas otot kandung kemih. 
  • Produksi air seni di malam hari yang dipengaruhi hormon arginin vasopresin. 
  • Kemampuan anak saat bangun pada malam hari saat kandung kemih penuh. 

Selain itu, laman Ikatan Dokter Anak Indonesia juga menyebutkan beberapa penyebab anak suka mengompol di siang hari, yaitu sebagai berikut. 

  • Infeksi saluran kemih. 
  • Gangguan struktur organ saluran kemih. 
  • Kontraksi kandung kemih berlebihan (overactive bladder). 
  • Pengeluaran urin dari kandung kemih yang tidak tuntas. 

Itulah beberapa penyebab anak suka mengompol, baik di malam hari maupun di siang hari. 

Moms juga perlu ketahui, bahwa anak suka mengompol sering dikaitkan dengan berbagai kondisi, seperti sembelit; gangguan pernapasan saat tidur; gangguan neuropsikiatri seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD); dan gangguan tidur (mimpi buruk). 

Namun, apabila keluhan anak mengompol dikarenakan merasa nyeri perut, nyeri berkemih, pancaran lemah, kencing menetes, bercampur darah, atau bahkan mengompol di siang hari maka orang tua sangat disarankan untuk memeriksakan ke dokter. 

Hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan anak tidak mengalami infeksi saluran kemih sebagai salah satu penyebab mengompol. 

Jadi, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang anak suka mengompol, apakah bahaya. 

Bagaimana Dampak Anak Suka Mengompol?

Anak Suka Mengompol

Moms, mengompol dalam kriteria yang wajar termasuk dalam tahapan tumbuh kembang anak. Akan tetapi, jika terus dibiarkan maka dapat mengakibatkan dampak negatif. Sebuah penelitian di Universitas Airlangga menyebutkan beberapa dampak berikut. 

Memungkinkan Terjadi Infeksi Saluran Kemih 

Dampak anak suka mengompol yang pertama adalah memungkinkan terjadinya infeksi saluran kemih. Kenapa bisa begitu ya, Moms? 

Perlu Moms ketahui bahwa infeksi saluran kemih (ISK) merupakan penyakit yang disebabkan infeksi bakteri. Nah, infeksi bakteri ini bisa terjadi pada anak-anak, terutama pada anak yang suka mengompol. 

Kondisi ini bisa terjadi dikarenakan adanya infeksi bakteri E. Colli. Adapun beberapa gejala infeksi ini dilansir dari laman Halodoc, yaitu demam tinggi, rewel, menangis saat buang air kecil, dan sering mengompol. 

Gejala tersebut akan berbeda apabila yang mengalami adalah anak yang lebih besar. Misalnya, anak mengalami rasa sakit saat buang air kecil, urin berubah warna, dan nyeri ada perut bagian bawah. 

Menyebabkan Stress 

Dampak anak suka mengompol selanjutnya adalah dapat menyebabkan stress, terutama pada anak. Stress ini disebabkan karena anak yang mengompol sering mendapat perlakuan kurang dihargai, bahkan oleh keluarganya sendiri. 

Seperti dilansir dari laman National Library of Medicine, anak masih mengompol pada usia yang seharusnya sudah tidak mengompol dapat menyebabkan stress. 

Kondisi ini terjadi dikarenakan orang tua sering intoleransi terhadap anaknya sendiri yang masih mengompol. Padahal, reaksi semacam ini justru membuat anak memiliki kebiasaan mengompol yang berlanjut. 

Menjadikan Anak Kurang Percaya Diri 

Selanjutnya, dampak anak suka mengompol adalah dapat menjadikan anak kurang percaya diri. Hal ini seperti disebutkan dalam penelitian Penanganan Enuresis Dengan Akupresure Pada Titik Guanyuan (Rn4), Shenshu (Bl23), Sanyinjiao (Sp6), Zusanli(St36), dan Pemberian Asupan Madu Hitam.

Selain itu, laman Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam juga menekankan mengenai hal tersebut. Perilaku mengompol memang penyebabnya sulit untuk diketahui, sehingga sering menjadikan anak dan orang tua kurang percaya diri. 

Itulah beberapa dampak anak suka mengompol yang perlu Moms ketahui. 

Tips Mengatasi Anak Suka Mengompol

Anak Suka Mengompol

Setelah mengetahui penyebab dan dampaknya, Moms juga harus tahu tips mengatasi anak suka mengompol. Terutama untuk orang tua yang anaknya sudah terlanjur memiliki kebiasaan mengompol. 

Berikut beberapa tips mengatasi anak suka mengompol dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia yang bisa Moms aplikasikan di rumah. 

  • Bladder training (melatih kandung kemih), yaitu latihan dasar otot panggul agar anak bisa menahan buang air kecil. 
  • Buang air kecil secara teratur, yaitu latihan dengan mengajarkan anak agar buang air kecil secara teratur, misalnya setiap 2 jam sekali. 
  • Hindari makanan atau minuman mengandung kafein, yaitu makanan-makanan yang merangsang untuk buang air kecil lebih sering dibanding biasanya. 
  • Menggunakan alarm, yaitu untuk menjadwalkan anak agar buang air kecil di malam hari. 
  • Minum air secukupnya, yaitu memastikan anak agar minum air secukupnya di siang hari dan tidak minum air di malam hari. 
  • Buang air besar secara teratur, yaitu melatih anak buang air besar secara teratur karena bisa memengaruhi kebiasaan buang air kecil secara teratur pula. 
  • Berkonsultasi dengan dokter, yaitu melakukan konsultasi dengan dokter. Kondisi ini harus dilakukan apabila anak mengalami kesulitan mengendalikan kebiasaan buang air kecil, baik pada siang maupun malam hari. 

Untuk lebih jelasnya, Moms bisa melihat infografis berikut.

Anak Suka Mengompol

Itulah beberapa tips mengatasi anak suka mengompol yang bisa Moms lakukan di rumah apabila si kecil memiliki kebiasaan ngompol. Kira-kira tips mana nih yang akan Moms lakukan? Pastinya harus disesuaikan dengan si kecil juga ya, Moms. 

Selain untuk menghentikan kebiasaan anak suka mengompol, tips tersebut juga bertujuan untuk menghindarkan anak dari terkena penyakit karena infeksi bakteri. Untuk mendukung tujuan ini, Moms juga bisa memberikan si kecil Madu Vitummy. 

Madu Vitummy adalah madu herbal dengan ekstrak bahan alami yang bermanfaat untuk menambah nafsu makan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Yuk, Moms, beri si kecil Vitummy secara rutin dan dapatkan manfaatnya!


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar