5 Cara Menghilangkan Kadar Gula Pada Nasi, Biar Lebih Sehat!

Nasi merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan sebagian besar masyarakat mengonsumsi nasi setiap harinya. 

Meski demikian, nasi kerap kali menjadi musuh bagi beberapa orang, terutama para penderita diabetes. Sebab, kadar gula di dalamnya dinilai relatif tinggi sehingga harus dihindari. Lalu, adalah cara menghilangkan kadar gula pada nasi? Jawabannya ada ya, Moms!

Kandungan Nutrisi dalam Nasi 

Sebagai makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia, nasi mengandung banyak nutrisi yang diperlukan tubuh. Paling besar, nasi mengandung karbohidrat sebagai sumber tenaga bagi yang mengonsumsinya. 

Dalam 100 gram nasi mengandung energi 180 kkal, protein 3 g, lemak 0,3 g, karbohidrat 39,8 g, serat 0,2 g, abu 0,2 g, kalsium 25 mg, fosfor 27 mg, besi 0,4 mg, natrium 1 mg, tiamin 0,05 mg, dan kalium 38 mg. 

Data tersebut menunjukkan bahwa kandungan karbohidrat dalam nasi termasuk yang paling tinggi dibanding lainnya. Padahal, karbohidrat yang dicerna dalam tubuh akan berubah menjadi gula (glukosa). 

Nah, glukosa ini apabila kadarnya berlebihan dalam tubuh akan mengakibatkan beberapa gangguan kesehatan. Padahal, selain glukosa juga terdapat indeks glikemik yang tinggi yang menyebabkan gula darah naik. 

Kondisi inilah yang menjadikan para ahli kesehatan tidak merekomendasikan para penderita diabetes melitus untuk mengonsumsinya. 

dr. Ika Fitriana, Sp.PD., K-GER dalam laman Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, membenarkan bahwa nasi putih terutama yang masih panas memiliki indeks glikemik yang tinggi. Akibatnya kurang aman untuk dikonsumsi, terutama bagi penderita diabetes. 

Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa nasi putih yang dingin lebih aman untuk dikonsumsi dibanding yang panas. Sementara itu, kebanyakan masyarakat justru lebih suka mengonsumsi nasi panas daripada dingin. 

Mengonsumsi nasi putih dalam keadaan panas secara terus-menerus tentunya berakibat pada naiknya kadar gula dalam tubuh. Konsumsi makanan pokok yang satu ini sebenarnya harus diperhatikan oleh setiap orang, tidak hanya penderita diabetes.

Oleh karenanya, mengetahui cara menghilangkan kadar gula pada nasi sangatlah diperlukan. 

Cara Menghilangkan Kadar Gula pada Nasi 

cara menghilangkan kadar gula pada nasi

Meskipun nasi mengandung karbohidrat, glukosa, dan indeks glikemik yang tinggi, akan tetapi Moms tidak perlu khawatir untuk mengonsumsinya. Alasannya karena ada banyak cara membuat makanan pokok ini aman dikonsumsi. 

Salah satu cara yang paling efektif adalah menghilangkan kadar gulanya. Meskipun tidak bisa secara keseluruhan, akan tetapi Moms bisa menurunkannya agar lebih aman dikonsumsi. 

Lalu, bagaimana cara mengurangi kadar gula pada nasi putih? Berikut akan diuraikan beberapa caranya. 

1. Memanaskan Nasi 

Proses pemanasan, seperti pembakaran dan pemanggangan nasi sangat efektif untuk menurunkan kadar karbohidrat dan glukosa. 

Pernyataan tersebut seperti terdapat dalam Jurnal Agroteknologi Vol. 12 No.01 (2018), yaitu menurunnya kadar karbohidrat dan glukosa pada nasi akibat pemanasan akan lebih aman dikonsumsi. Hal ini terutama bagi pada penderita Diabetes Mellitus (DM). 

Adapun jenis nasi yang lebih aman dikonsumsi adalah nasi bakar dibanding nasi panggang dan nasi biasa. Sebab nasi bakar menurut penelitian memiliki karbohidrat yang rendah dan dapat diterima penderita DM. 

Nasi bakar dengan takaran 72,38 gram hanya mengandung 25,22 g karbohidrat dan 2,07 g glukosa. Kondisi ini menjadikan seseorang bisa mengonsumsinya 1–3 kali sehari. 

2. Gelatinisasi 

Metode penyimpanan nasi gelatinisasi pada suhu panas 70o C dan suhu dingin 4o C dapat menurunkan kadar gula darah. Hal ini dengan catatan lamanya proses penyimpanan, yaitu sekitar 48 jam. 

Penyimpanan yang dilakukan selama 48 jam dengan suhu 4o C memang secara signifikan menurunkan GD1PP. Selain itu, juga dapat meningkatkan Asetat dan Propianat (SCFA). 

3. Campurkan dengan Minyak Kelapa 

Minyak kelapa ternyata tidak hanya bermanfaat untuk masak, namun juga untuk menurunkan kadar gula dalam nasi putih. Caranya dengan dicampurkan dengan beras saat proses menanak nasi. 

Menurut riset, terdapat dua jenis tajin pada nasi.

Ada tajin yang mudah dicerna dan tidak mudah dicerna. Nah, menambahkan minyak kelapa pada proses pengolahan nasi ternyata membuat tajin sulit dihancurkan, terutama oleh enzim pencernaan. 

Oleh karenanya, cara ini juga dapat bermanfaat untuk menurunkan kadar gula, sehingga nasi aman dikonsumsi dalam tubuh. 

4. Menambahkan Cuka 

Menambahkan cuka pada nasi mungkin terdengar aneh ya, Moms. Meski demikian, cara ini dinilai sangat efektif untuk menurunkan kadar gula di dalamnya. Makanan jepang, seperti sushi termasuk yang menggunakan cara ini. 

Menambahkan cuka dalam proses pembuatan nasi dapat mengurangi indeks glikemik sebanyak 20–35%. Adapun asam asetat sebagai komponen utama cuka berfungsi meningkatkan kelengketan dan menurunkan kekerasan nasi. 

Kondisi tersebut menjadikan cuka memiliki banyak kontribusi dalam rasa dan tekstur nasi, terutama pada nasi yang disajikan dalam sushi. Oleh karenanya, sushi memiliki nasi yang aman dikonsumsi dalam tubuh. 

5. Masukkan ke Kulkas 

Nasi yang dimasukkan ke dalam lemari pendingin dengan suhu 4o C selama 24 jam memiliki indeks glikemik yang rendah. Kondisi ini jika dibandingkan dengan nasi yang baru matang. 

Alasannya, penurunan suhu akan sangat memengaruhi struktur pati yang terbentuk hingga menghasilkan resistant starch/pati resisten. Jenis pati ini ternyata tidak bisa dicerna di usus kecil. Akibatnya akan tetap utuh hingga ke usus besar. 

Meski demikian, pati resisten tersebut akan terfermentasi oleh mikroflora yang bermanfaat untuk menekan lonjakan gula darah apabila dikonsumsi dalam tubuh. 

Oleh karenanya, mengonsumsi nasi dalam keadaan dingin, terutama yang telah dimasukkan ke dalam kulkas aman bagi tubuh. Dengan catatan, lamanya meletakkan nasi dalam kulkas harus sesuai aturan yang disarankan. 

Baca Juga:

Dampak Konsumsi Gula Berlebihan 

Konsumsi gula berlebihan tidak hanya bersumber dari minuman yang diberikan pemanis gula, melainkan juga dari konsumsi nasi putih setiap hari. Keadaan ini bisa terjadi, terutama jika cara mengonsumsinya masih dalam keadaan panas. 

Dampak negatif kadar gula pada nasi apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh. Berikut beberapa dampaknya. 

1. Meningkatnya Berat Badan (BB) Tubuh 

Berat badan yang meningkat adalah efek pertama yang paling mudah dilihat apabila mengonsumsi gula berlebihan. Salah satunya yang terdapat dalam nasi putih. 

Nasi mengandung tinggi karbohidrat dan glukosa, sehingga apabila dikonsumsi oleh tubuh secara berlebihan dapat meningkatkan berat badan. Kondisi ini akan semakin buruk, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik.  

2. Meningkatkan Risiko Diabetes dan Tekanan Darah Tinggi 

Diabetes dan tekanan darah tinggi merupakan jenis penyakit kronis yang umumnya disebabkan karena kelebihan gula dalam darah. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi makanan yang mengandung tinggi gula. 

Misalnya ketika seseorang mengonsumsi nasi putih dalam keadaan panas. Melakukan hal ini secara terus-menerus dapat meningkatkan risiko diabetes dan tekanan darah tinggi. 

3. Mempercepat Pikun dan Penuaan Dini 

Pikun merupakan kondisi seseorang yang mengalami penurunan pada daya ingat atau memorinya. Hal ini kerap dinilai sebagai efek penuaan. Meski demikian, efek ini tidak hanya dialami orang yang sudah berumur, melainkan beberapa anak muda.

Kondisi tersebut disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan. Alasannya karena tubuh yang mendapat asupan gula berlebih dapat mempercepat pikun dan penuaan dini. Oleh karenanya, perlu mengendalikan konsumsi makanan tinggi gula, salah satunya nasi. 

Rekomendasi Artikel: Manfaat Nasi Kuning.

Vitummy, Nafsu Makan Naik Mommy Bebas Panik!

Nah, bicara soal nasi yang menjadi makanan pokok nih, mungkin Moms disini banyak yang mengalami masalah dimana si kecil susah banget buat makan? Kondisi tersebut tentunya tidak bisa dibiarkan ya, Moms! Apalagi, jika si kecil masih dalam tahap pertumbuhan.

Moms bisa memberikan ia Madu Vitummy untuk meningkatkan nafsu makan dan memastikan daya tahan tubuhnya tetap terjaga sepanjang waktu.

Itulah beberapa efek negatif kelebihan gula darah dalam tubuh. Yuk, Moms mulai kendalikan konsumsi gula dalam tubuh dengan memperhatikan jenis makanan dan cara pengolahannya! Jangan lupa untuk praktek cara menghilangkan kadar gula pada nasi seperti cara-cara di atas ya, Moms!


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar