logo madu vitummy
Search
Close this search box.

Makan Banyak Tapi Tetap Kurus Apakah Cacingan? Ini Penjelasannya

Makan Banyak Tapi Tetap Kurus Apakah Cacingan

Anak sudah makan banyak tapi tetap kurus apakah cacingan? Ini merupakan kondisi yang sering dipertanyakan. Bagaimana tidak, sudah makan banyak tapi badan tak kunjung memiliki berat yang ideal, tentu sangat mengkhawatirkan.

Cacingan adalah penyakit yang disebabkan infeksi cacing parasit yang menyerang tubuh manusia. Secara luas, cacingan merupakan golongan Neglected Tropical Diseases (NTD). Hal ini dalam bahasa Indonesia disebut penyakit tropis yang terabaikan. 

Data Badan Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa 1,5 miliar orang secara global telah terpapar NTD. Kondisi ini termasuk angka yang terkena cacingan. Meski demikian, cacingan sering diabaikan karena jarang berakibat fatal. 

Padahal, tidak sedikit kasus yang akibatnya sampai meninggal. Oleh karenanya, setiap orang tua harus memahami tanda-tanda cacingan, terutama pada anak. 

Lalu, tandanya makan banyak tapi tetap kurus apakah cacingan? Yuk, simak jawabannya pada artikel berikut, Moms. 

Apa itu Cacingan? 

cacingan bikin kurus

Dilansir dari laman Universitas Gadjah Mada, penyakit cacingan atau cacing usus merupakan suatu infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit. Infeksi ini dapat menyerang tubuh manusia, terutama saluran pencernaan. 

Nah, perlu Moms ketahui bahwa kondisi tersebut menjadikan penyakit ini bersifat kronis. Sebab akan sangat memengaruhi asupan makanan, sistem pencernaan, mengganggu penyerapan nutrisi, dan proses metabolisme dalam tubuh manusia. 

dr. Tridjoko Hadianto, DTM&H., M.Kes. dalam laman UGM menyebutkan bahwa cacing-cacing parasit yang terdapat dalam saluran pencernaan bisa berbahaya jika mengonsumsi makanan yang sudah dicerna dalam tubuh. 

Hal tersebut akan diperparah dengan apabila jumlahnya semakin banyak. Cacing-cacing ini akan berebut untuk makan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, penderita cacingan akan memiliki tubuh yang kurus dan malnutrisi mengalami malnutrisi. 

Selain itu, tubuh juga akan sangat rentan terhadap penyakit lain. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuhnya semakin lemah. 

Jenis Cacing Penyebab Cacingan 

Penyebab Cacingan Pada Anak-anak

dr. Tridjoko Hadianto melanjutkan bahwa cacing yang menginfeksi tubuh manusia berbeda dengan yang ada di tanah atau yang biasa Moms lihat. Adapun menurutnya, macam-macam jenis cacing yang membahayakan manusia sebagai berikut. 

1. Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides

Ascariasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang. Cacing ini menjadikan tubuh manusia sebagai inang untuk berkembang biak, yaitu dari larva (telur) hingga menjadi dewasa. 

Setelah dewasa, panjang tubuhnya bisa mencapai 30 cm dan dapat menginfeksi tubuh manusia. Infeksi oleh cacing ini menjadi yang paling umum terjadi di dunia, terutama pada negara-negara tropis dengan sanitasi yang buruk. 

Adapun kategori penderitanya paling banyak adalah anak-anak. Selain itu, juga ditunjukkan dengan gejala ringan. Meskipun, pada infeksi yang berat menyebabkan beberapa gejala serius, bahkan komplikasi. 

Dilansir dari laman Alodoker, berikut beberapa gejala yang biasanya terjadi. 

  • mual dan muntah 
  • diare 
  • nyeri pada perut 
  • nafsu makan hilang 
  • penurunan berat badan 
  • demam
  • kelelahan 

Gejala tersebut terjadi pada sistem pencernaan, yaitu usus. Nah, perlu Moms ketahui bahwa membiarkan seseorang mengalaminya secara terus-menerus akan menimbulkan gejala lain. Sebab, cacing gelang kemudian dapat menginfeksi paru-paru.

Adapun gejala cacing gelang yang sudah sampai pada tahap infeksi paru sebagai berikut. 

  • batuk
  • mudah tersedak 
  • napas berbunyi atau sesak napas 
  • demam 
  • batuk berdarah 
  • rasa tidak nyaman atau nyeri di dada 

Moms perlu sangat mewaspadai berbagai kondisi tersebut.

2. Cacing Cambuk (Trichuris trichiura

Trikuriasis merupakan infeksi yang disebabkan oleh cacing cambuk. Infeksi ini menyerang sistem pencernaan, yaitu terdapat di usus manusia. Penularannya melalui tanah (soil transmitted helminth). 

Setiap orang berpotensi terkena penyakit ini, baik anak-anak maupun orang dewasa. Adapun gejala yang ditunjukkan dengan beberapa hal berikut. 

  • sakit perut 
  • diare disertai bercak darah 
  • demam ringan
  • sakit kepala
  • menurunnya berat badan 

Gejala tersebut apabila terjadi pada anak-anak biasanya diiringi keluarnya mukosa rectum dari anus (prolapsus recti). Kondisi ini terjadi karena beberapa alasan berikut. 

  • cacing mengeluarkan racun yang bersifat melemaskan otot rektum 
  • cacing yang merupakan benda asing pada rektum menyebabkan otot-otot berusaha mengeluarkan cacing dengan cara meningkatkan gerakan peristaltik 

Tips: Untuk Mommy yang baru memberikan obat cacing pada anak, pastikan Mommy mengetahui apa saja pantangan setelah minum obat cacing agar pengobatan anak tidak sia-sia dan nantinya bisa memberikan hasil terbaik.

3. Cacing Tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus

Kedua jenis cacing tambang ini merupakan spesies utama yang menginfeksi manusia. Hal ini sering terjadi terutama pada daerah tropis. Penyebarannya melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi larva. 

Larva tersebut masuk melalui makanan ke dalam sistem pencernaan manusia. Larva kemudian berkembang hingga dewasa di dalam usus. Akibatnya, muncul beberapa gejala seperti yang dilansir dalam laman Alodokter berikut. 

  • diare 
  • sakit perut 
  • batuk atau mengi 
  • demam
  • kulit pucat karena kurang darah 
  • mual dan muntah 

Itulah beberapa gejala yang bisa dialami seseorang penderita cacingan yang disebabkan oleh cacing tambang. 

4. Cacing Kremi (Enterobius vermicularis

Cacing kremi termasuk jenis lain yang menyebabkan infeksi dalam tubuh manusia. Jenis cacing ini bisa terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang sudah terinfeksi. Selanjutnya, bisa juga dengan benda yang sudah terkontaminasi. 

Melakukan kontak dengan beberapa hal tersebut dapat menimbulkan infeksi yang ditandai dengan berbagai gejala. Seperti dilansir dari laman Siloam Hospital, berikut beberapa di antara gejalanya. 

  • sering merasa gatal di bagian anus, terutama pada malam hari
  • nyeri, ruam, dan iritasi di sekitar anus 
  • tidak nyaman saat tidur karena rasa gatal pada anus 

Makan Banyak Tapi Tetap Kurus Apakah Cacingan? 

Setelah menyimak dan memahami uraian pada poin sebelumnya, Moms pasti bisa menjawab pertanyaan di atas. Berdasarkan penyebab dan gejala yang ditimbulkan, ketika seseorang, terutama anak-anak sudah makan banyak tapi tetap kurus bisa diindikasikan mengalami cacingan. 

Kondisi tersebut disebabkan makanan yang dikonsumsi mereka justru dimakan oleh parasit, yaitu berupa cacing yang berkembang di sistem pencernaan. Akibatnya, nutrisi yang ada dalam makanan tidak bisa diserap oleh tubuh. 

Selanjutnya, tubuh akan mengalami defisit makanan dan nutrisi. Apabila kondisinya terjadi secara terus-menerus maka tubuh akan mulai kehilangan berat badannya. Hasilnya, tubuh semakin kurus. 

Selain itu, kondisi anak juga bisa semakin parah karena sistem pencernaannya terganggu, seperti mengalami diare, mual, muntah, sakit perut, dan nafsu makan menurun. Oleh karenanya, gejala-gejala tersebut akan semakin memperparah kondisi penderita cacingan. 

Untuk memantau berat badan ideal si kecil, Moms bisa mengacu pada tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut WHO.

Madu Vitummy untuk Mencegah dan Mengobati Cacingan 

Madu Vitummy merupakan madu untuk daya tahan tubuh yang dilengkapi dengan formula Selenium Silver Pro. Formula ini dirancang untuk meningkatkan imun tubuh anak sehingga tidak mudah terserang penyakit. Caranya adalah dengan meningkatkan nafsu makannya. 

Selain itu, Madu Vitummy juga berfungsi untuk mencegah dan mengatasi cacingan. Sebab, salah satu bahan yang terdapat di dalamnya adalah ekstrak bawang putih. Bahan ini mengandung berbagai senyawa organosulfur. 

Salah satu efeknya adalah antelmintik yang berfungsi untuk membunuh telur cacing penyebab cacingan. Mengonsumsi Madu Vitummy secara rutin maka dapat mencegah dan mengatasi cacingan. 

Yuk, dapatkan produk Madu Vitummy | Vitamin Penambah Nafsu Makan Anak sekarang juga melalui website resminya di www.maduvitummy.id!

Bagaimana, Moms? Sudah terjawabkah soal makan banyak tapi tetap kurus apakah cacingan? Semoga terbantu ya, Moms! 

Rekomendasi Artikel Lainnya: Cara Mengembalikan Selera Makan Saat Sakit.

Share:
Facebook
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan komentar

On Key

Related Posts

Chat Customer Service
Konsultasi Vitummy
Halo Kak, Promo Madu Vitummy Masih Adakah?