5 Dampak Pencemaran Udara Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini, Harus Diperhatikan!

Pencemaran udara memberikan kontribusi negatif terhadap perkembangan anak usia dini loh, Moms. Hal ini dikarenakan polusi udara termasuk masalah global yang dapat mengancam kesehatan manusia, terutama anak-anak. 

Ancaman kesehatan dari dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini ada banyak bentuknya. Kondisi ini perlu dipahami oleh setiap orang, terutama orang tua yang memiliki anak usia dini. 

Nah, apa saja dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini ya, Moms? Artikel berikut akan membahas mengenai hal tersebut. 

Simak di bawah ini ya, Moms! 

Anak Usia Dini, Siapakah Mereka? 

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini

Sebelum membahas tentang dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini, Moms harus tahu terlebih dahulu tentang anak usia dini. Memahami pengertian dan kategori ini akan mempermudah dalam mempelajari dampaknya. 

Siapa yang termasuk anak usia dini ya, Moms? Perlu diketahui bahwa anak-anak dikategorikan kedalam beberapa kelompok, salah satunya kelompok anak usia dini. 

Dilansir dari laman eprints uny, anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, baik fisik maupun mental. 

Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini biasanya terjadi dengan pesat. Kondisi ini menjadikan masa anak usia dini sering disebut dengan istilah “golden age”. Meskipun, tidak semua anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sama. 

Perbedaan tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh banyak hal, seperti jenis makanan yang dikonsumsi dan stimulasi yang intensif. Makanan yang seharusnya dikonsumsi anak usia dini adalah makanan bergizi seimbang. 

Adapun stimulasi intensif yang diberikan oleh lingkungannya dapat mendukung anak untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal. Akibatnya, anak bisa mencapai masa “golden age” sesuai dengan yang diharapkan. 

Selain kedua hal tersebut, memaksimalkan masa “golden age” juga bisa dilakukan dengan memahami karakteristik anak usia dini. Menurut Hibama S. Rahman dalam laman eprints uny, berikut beberapa karakteristik anak usia dini. 

Anak Usia 0-1 Tahun 

Karakteristik anak usia dini 0-1 tahun adalah mengalami perkembangan dan pertumbuhan fisik paling cepat. Hal ini jika dibandingkan dengan anak usia selanjutnya. Adapun beberapa bentuknya sebagai berikut. 

  • Keterampilan motorik, seperti mulai berguling, merangkak, duduk, berdiri dan berjalan. 
  • Keterampilan menggunakan pancaindra, seperti mengamati, meraba, mendengar, mencium, dan mengecap. 
  • Keterampilan komunikasi sosial, seperti dorongan dan memperluas respon verbal dan nonverbal anak. 

Anak Usia 2-3 Tahun 

Karakteristik anak usia dini, yaitu periode usia 2-3 tahun masih mengalami pertumbuhan yang pesat pada perkembangan fisiknya. Berikut beberapa bentuk karakternya. 

  • Aktif mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya. 
  • Belajar mengembangkan kemampuan berbahasa, yaitu dengan berceloteh. 
  • Belajar mengembangkan emosi berdasarkan lingkungannya. 

Baca Juga: 6 Dampak Polusi Udara, Kesehatan Anak Harus Diperhatikan!

Anak Usia 4–6 Tahun 

Karakteristik anak usia 4–6 tahun yang termasuk dalam kategori anak usia dini lebih kompleks. Hal ini dikarenakan anak-anak usia ini biasanya sudah memasuki sekolah, seperti Taman Kanak-Kanak (TK). Oleh karena itu, berikut karakteristiknya. 

  • Mengalami perkembangan fisik, sehingga dapat aktif dalam berbagai kegiatan. 
  • Mengalami perkembangan bahasa, yaitu dapat memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya. 
  • Mengalami perkembangan kognitif (daya pikir) yang pesat, yaitu dengan selalu ingin tahu terhadap lingkungannya. 
  • Memiliki bentuk permainan yang masih bersifat individu, meskipun dilakukan secara bersama dengan anak-anak lain. 

Anak Usia 7-8 Tahun 

Anak usia 7-8 tahun merupakan usia terakhir yang termasuk dalam kategori anak usia dini. Karakteristik anak dalam usia ini, di antaranya sebagai berikut. 

  • Mengalami perkembangan kognitif, yaitu anak mampu berpikir secara analisis dan sintesis, deduktif dan induktif. 
  • Mengalami perkembangan sosial, yaitu anak mulai ingin melepaskan diri dari orang tuanya. Misalnya dengan mulai suka bermain di luar rumah dengan teman-teman sebayanya. 
  • Mulai menyukai permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi. 
  • Mengalami perkembangan emosi, yaitu dengan terbentuknya kepribadian anak. 

Itulah beberapa karakteristik anak usia dini berdasarkan kategori usia masing-masing. 

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini

Dampak Polusi Udara

Setelah memahami berbagai karakteristiknya, kini saatnya Moms mengetahui dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini. Seperti dilansir dari laman ayosehat kemkes, tumbuh kembang anak bisa terganggu karena polusi udara. 

Lalu, apa saja dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini? Berikut akan disajikan beberapa dampaknya dilansir dari berbagai sumber. 

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Terganggu 

Dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini, yaitu dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Sebabnya, polusi udara biasanya mengandung timbal yang sangat berbahaya bagi tubuh. 

Dilansir dari laman ayosehat kemkes, menghirup udara dengan polutan timbal secara terus-menerus mengakibatkan saluran pernapasan anak terganggu. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi terganggu.

Padahal, anak usia dini sedang dalam periode atau masa pertumbuhan dan perkembangan yang cepat. Gangguan pada pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat berpengaruh terhadap masa remaja dan dewasanya. 

Oleh karena itu, dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini ini harus sangat diperhatikan oleh orang tua. 

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) 

ISPA merupakan dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini selanjutnya yang harus Moms waspadai. Selama ini, penyebab ISPA hanya dipahami sebatas karena asap rokok atau merokok, padahal lebih dari itu. 

Seperti dalam laman yang sama, Kemenkes RI menyebutkan bahwa anak usia dini memiliki organ paru yang belum terlalu kuat layaknya orang dewasa. Oleh karena itu, potensi paling besar dari polusi udara terhadap mereka adalah terkena ISPA. 

Oleh karena itu, setiap orang tua tidak boleh mengabaikan dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini.

Memicu Iritasi dan Peradangan Mata 

Berdasarkan artikel Mengenal Bahaya Polusi Udara untuk Tubuh oleh Kemenkes RI, polusi udara dapat memicu iritasi dan peradangan mata. Alasannya karena polusi udara mengandung banyak polutan, terutama dalam debu, asap, dan bahan kimia berbahaya.

Kondisi tersebut menjadikan mata merah, gatal, dan layaknya terbakar. Pada beberapa kasus yang lebih parah, polusi udara bahkan mengakibatkan peradangan (konjungtivitis) mata. 

Oleh karena itu, dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini adalah memicu iritasi dan peradangan mata. 

Kulit Gatal dan Bersisik 

Dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini selanjutnya adalah menyebabkan kulit gatal dan bersisik. Hal ini dipengaruhi banyaknya polutan yang terdapat di udara. Berbagai polutan yang dimaksud, seperti zat berbahaya, mikroorganisme, dan produk pembersih rumah tangga. 

Zat berbahaya yang termasuk dalam polutan polusi udara dilansir dari laman alodokter yaitu karbon monoksida, benzena, hidrogen klorida, ozon, dan logam berat. Adapun mikroorganismenya adalah bakteri dan jamur. Sedangkan produk pembersih rumah tangga, yaitu detergen, sabun, dan lain sebagainya. 

Polutan-polutan tersebut dapat mengakibatkan berbagai masalah kulit, terutama pada anak-anak yang kulitnya sangat sensitif. Padahal, anak usia dini sedang sangat membutuhkan peran kulit sebagai indra perasa. 

Oleh karena itu, adanya gangguan kesehatan kulit termasuk dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini. 

Menurunnya Fungsi Paru-paru 

Dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini lainnya adalah menurunnya fungsi paru-paru. Kondisi ini terjadi dikarenakan paru-paru merupakan organ pernapasan yang bersinggungan langsung dengan polutan. 

Seperti kita tahu, pencemaran udara disebabkan banyaknya polutan yang terdapat di udara. Menghirup udara dengan polutan akan menurunkan fungsi paru-paru. Organ pernapasan yang fungsinya menurun akan berakibat pada gangguan perkembangan anak. 

Itulah beberapa dampak pencemaran udara terhadap perkembangan anak usia dini. Terdengar mengerikan ya, Moms? Menghindari berbagai dampak tersebut bisa dilakukan dengan memberikan Madu Vitummy. 

Minum Madu Vitummy setiap hari akan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Pasalnya, Madu Vitummy dilengkapi dengan Selenium Silver Pro yang ampuh meningkatkan daya tahan tubuh, terutama pada anak-anak. 

Manfaat Temulawak untuk Wanita

Anak-anak yang mengonsumsi Madu Vitummy secara rutin memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat untuk menghadapi polusi udara. Yuk, dapatkan produk Madu Vitummy sekarang juga melalui website resminya di www.maduvitummy.id!


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar