Apa Itu IMT Anak? Ini Rumus yang Benar dan Cara Hitungnya

apa itu imt anak

Saat memantau tumbuh kembang si Kecil, tentu bukan hanya tinggi badan dan berat badan saja yang perlu diperhatikan. Salah satu indikator penting untuk menilai status gizi dan pertumbuhan adalah IMT (Indeks Massa Tubuh).

Namun, banyak orang tua masih bingung, apa itu IMT anak? Apakah sama dengan IMT pada orang dewasa? Bagaimana cara menghitungnya, serta nilai normalnya? Yuk, kita bahas tuntas di artikel ini agar Moms lebih mudah memahami kesehatan si Kecil!

Apa Maksud dari IMT?

IMT atau Indeks Massa Tubuh adalah perbandingan antara berat badan (dalam kilogram) dan tinggi badan (dalam meter kuadrat). Angka ini digunakan untuk menilai apakah berat badan seseorang tergolong kurang, normal, berlebih, atau obesitas.

Pada anak, IMT tidak bisa dinilai langsung hanya dari angka, melainkan harus dibandingkan dengan kurva pertumbuhan WHO atau CDC sesuai usia dan jenis kelamin anak. Jadi, IMT anak berbeda dengan dewasa, karena pertumbuhan anak dipengaruhi faktor usia, jenis kelamin, dan tahap perkembangan.

Apakah IMT Anak dan Dewasa Sama?

Banyak Moms yang bertanya, “Apakah IMT anak sama dengan dewasa?” Jawabannya tentu tidak sama ya, Moms.

  • IMT Dewasa: angka IMT langsung dikategorikan berdasarkan standar WHO, misalnya IMT <18,5 dianggap kurus, 18,5–24,9 normal, ≥25 kelebihan berat badan, dan ≥30 obesitas.
  • IMT Anak: hasil perhitungan IMT harus diplot ke kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin. Dari kurva inilah diperoleh kategori: gizi kurang, normal, berisiko gizi lebih, atau obesitas.

Artinya, angka IMT 17 misalnya, bisa dianggap normal pada anak usia 10 tahun, tetapi bisa tergolong kurus jika pada anak usia 14 tahun.

Rumus IMT Anak

Sama seperti dewasa, rumus menghitung IMT anak adalah:

IMT = Berat badan (kg) ÷ [Tinggi badan (m)]²

Contoh: Si Kecil berusia 8 tahun, berat badan 24 kg, tinggi 1,25 m.

Maka:
IMT = 24 ÷ (1,25 × 1,25)
IMT = 24 ÷ 1,56
IMT = 15,4

Nah Moms, angka ini kemudian tidak langsung dinilai, tetapi harus dipetakan ke kurva IMT per usia untuk menentukan status gizi anak.

Nilai IMT Normal pada Anak

Menurut WHO dan Kementerian Kesehatan RI, nilai IMT normal pada anak bukan berupa angka tunggal, melainkan berdasarkan persentil (growth chart). Berikut kategorinya:

  • Gizi kurang: < persentil ke-5
  • Normal: persentil ke-5 sampai < persentil ke-85
  • Risiko gizi lebih: persentil ke-85 sampai < persentil ke-95
  • Obesitas: ≥ persentil ke-95

Kemenkes RI – Buku Panduan Kurva Pertumbuhan Anak

Artinya, IMT normal pada anak itu relatif, tergantung usia dan jenis kelaminnya. Jadi Moms, jangan khawatir kalau angka IMT si Kecil tidak persis sama dengan anak lain seusianya.

Baca Juga: Perbedaan Anak Kurus Tapi Sehat dengan Kurus Karena Kurang Gizi

Tabel IMT Anak

Berikut gambaran umum tabel IMT anak berdasarkan acuan WHO (untuk usia 5–19 tahun):

Kategori Status GiziPersentil WHOKeterangan
Gizi Kurang< P5Berat badan terlalu rendah untuk tinggi badan
NormalP5 – < P85Berat badan sesuai tinggi badan
Risiko Gizi LebihP85 – < P95Berisiko mengalami berat badan berlebih
Obesitas≥ P95Berat badan jauh di atas tinggi badan

Moms bisa memantau status gizi si Kecil dengan memplot hasil IMT ke kurva WHO yang tersedia di buku KIA atau aplikasi kesehatan anak.

Pentingnya Memantau IMT Anak

Mengukur IMT anak secara berkala membantu Moms:

  1. Mendeteksi masalah gizi sejak dini
    Anak dengan IMT di bawah normal berisiko mengalami stunting, sedangkan anak dengan IMT berlebih bisa berisiko obesitas.
  2. Mencegah penyakit di masa depan
    Obesitas sejak kecil terbukti meningkatkan risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi di usia dewasa.
  3. Mendukung tumbuh kembang optimal
    Dengan IMT normal, si Kecil lebih berenergi, aktif belajar, dan pertumbuhan fisiknya sesuai standar usianya.

Tips Menjaga IMT Anak Tetap Normal

Moms bisa membantu menjaga IMT si Kecil dalam rentang normal dengan langkah sederhana berikut:

  • Sajikan makanan seimbang: karbohidrat, protein hewani & nabati, lemak sehat, buah, dan sayur.
  • Batasi konsumsi gula, garam, dan makanan olahan.
  • Biasakan si Kecil aktif bergerak minimal 60 menit sehari.
  • Atur waktu tidur cukup sesuai usianya.
  • Rutin memantau berat & tinggi badan lalu menghitung IMT setiap 3–6 bulan.

Moms, meskipun sudah memantau IMT si Kecil, kenyataannya banyak anak yang sulit makan sayur atau buah. Padahal, kebutuhan vitamin, mineral, dan serat sangat penting untuk menjaga IMT tetap normal.

Jika kebutuhan nutrisi dan serat harian tidak terpenuhi, si Kecil bisa mengalami gangguan pencernaan, mudah sakit, hingga pertumbuhan terhambat. Akibatnya, grafik IMT bisa menurun atau malah melonjak ke arah obesitas.

Untuk membantu mencukupi nutrisi harian si Kecil dengan cara praktis, Moms bisa memberikan Vitummy Fruveggie. Diperkaya ekstrak buah dan sayur alami, produk ini mendukung kebutuhan vitamin, mineral, dan serat si Kecil setiap hari, terutama jika ia masih sulit makan sayur atau cenderung menjadi small eater.

Pembelian Vitummy Fruveggie

Yuk Moms, lengkapi asupan gizi si Kecil dengan Vitummy Fruveggie agar IMT tetap ideal dan tumbuh kembangnya maksimal!

Share:
Facebook
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan komentar