5+ Tanda Radang Usus pada Anak dan Bayi

Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita memperhatikan setiap detail kesehatan anak kita, termasuk kesehatan pencernaannya.

Anak-anak terutama anak di bawah usia 5 tahun, masih belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna, termasuk sistem pencernaan yang sempurna sehingga mereka sangat rentan mengalami gangguan pencernaan, salah satunya adalah radang usus.

Lantas, Apa itu Radang Usus pada Anak?

vitummy | 5+ Tanda Radang Usus pada Anak dan Bayi

Menurut dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A (K) dalam kanal YouTube RS Premier Jatinegara, radang usus merupakan suatu peradangan lapisan dalam usus besar (kolon) yang menyebabkan usus menjadi kemerahan, bengkak, dan timbul luka atau ulkus yang dapat menimbulkan pendarahan, kram perut, diare, BAB berdarah, serta luka di sekitar anus.

Radang usus ini memiliki dua jenis, yaitu radang usus yang disebabkan oleh penyakit crohn dan radang usus akibat kolitis ulseratif.

Penyakit crohn merupakan radang kronis pada saluran pencernaan, mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus besar, hingga anus.

Sementara kolitis ulseratif merupakan peradangan yang hanya terjadi di usus besar. Peradangan ini dapat menyebabkan luka seperti borok yang tumbuh pada lapisan dalam usus besar.

Pada anak, radang usus oleh kolitis ulseratif lebih sering terjadi daripada penyakit crohn, terutama pada kelompok anak prasekolah.

Gejala Radang Usus pada Anak

vitummy | 5+ Tanda Radang Usus pada Anak dan Bayi

Gejala radang usus pada anak umumnya berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dan area yang mengalami peradangan. Namun, gejala radang usus secara general biasanya akan menimbulkan gejala seperti:

  • sakit perut,
  • diare, dan sembelit secara terus-menerus,
  • demam akibat infeksi atau peradangan
  • terdapat darah pada feses,
  • tidak bisa menahan buang air besar dan sering ingin segera buang air besar,
  • kelelahan,
  • penurunan berat badan.

Pada beberapa kasus, anak pun dapat mengalami gejala lain, seperti ruam kulit dan nyeri sendi.

Jika si kecil mengalami tanda-tanda seperti yang disebutkan, terutama demam dan BAB berdarah, segeralah bawa ia ke dokter untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Diagnosis Radang Usus pada Anak

vitummy | 5+ Tanda Radang Usus pada Anak dan Bayi

Untuk mendiagnosis penyakit radang usus, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan berupa sesi tanya jawab, mulai dari menanyakan riwayat penyakit yang dialami oleh si kecil, faktor keturunan, hingga asupan makanan yang dikonsumsi oleh si kecil.

Ketahui juga yuk, Bukan sakit perut biasa, yuk ketahui gejala flu perut!

Kemudian, dokter pun biasanya akan menyarankan serangkaian pemeriksaan, mengingat penyakit radang usus yang disebabkan oleh crohn dan kolitis ulseratif cenderung memiliki gejala yang sama dan sedikit sulit untuk diketahui kondisi pastinya.

Pemeriksaan tersebut berupa:

  • Tes darah, untuk melihat kondisi apakah si kecil mengalami anemia, protein darah rendah, atau bukti peradangan pada tubuh.
  • Pemeriksaan feses untuk memeriksa infeksi dan darah dalam tinja.
  • CT Scan untuk melihat area perut luar usus, serta mendeteksi apakah ada komplikasi radang usus atau tidak.
  • Endoskopi bagian atas untuk melihat bagian dalam usus dan melihat dengan jelas bagian usus mana yang mengalami peradangan sehingga tindakan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
  • Endoskopi kapsul untuk memeriksa radang usus dengan cara menelan kapsul yang mengandung kamera nirkabel sehingga dokter dapat melihat proses perjalanan mulai dari tenggorokan hingga usus kecil untuk melihat letak peradangan.

Pengobatan Radang Usus

Pengobatan radang usus umumnya bertujuan untuk mengurangi peradangan, meredakan gejala, dan memperbaiki masalah gizi pada anak. Obat-obatan tersebut berupa:

  • Obat antiinflamasi atau antiradang.
  • Obat-obatan untuk menekan kerja sistem imun.
  • Antibiotik.
  • Obat anti diare.
  • Obat anti nyeri seperti paracetamol.
  • Suplemen zat besi.
  • Suplemen kalsium dan Vitamin D.
  • Pemberian nutrisi.

Apabila obat-obatan tersebut tidak dapat meredakan gejala yang dialami oleh si kecil, dokter biasanya akan merekomendasikan tindakan operasi. Operasi ini dilakukan apabila radang usus menimbulkan kondisi lubang pada usus, usus tersumbat, dan pendarahan yang tidak kunjung berhenti.

Cara Mencegah Radang Usus

Sebenarnya, pencegahan radang usus secara pasti belum diketahui karena penyebab radang usus pun belum diketahui dengan pasti. Namun, beberapa hal yang dipercaya dapat mencegah radang usus di antaranya:

  • Hindari makanan atau minuman yang dapat mengiritasi dinding saluran pencernaan, seperti makanan pedas, minuman soda, dan kafein.
  • Hindari merokok diarea si kecil, merokok dipercaya dapat menyebabkan radang usus.
  • Hindari memberikan makanan yang tinggi lemak, makanan yang tinggi lemak sulit untuk dicerna.
  • Minum dengan teratur agar saluran pencernaan selalu dehidrasi
  • Konsumsi makanan yang tinggi serat
  • Mengonsumsi Madu Vitummy setiap pagi dan malam sebelum tidur. Madu Vitummy terbuat dari madu dan ekstrak tanaman herbal pilihan seperti bawang putih, temulawak. rimpang temu hitam, dan buah pepaya yang dipercaya dapat memelihara kesehatan pencernaan si kecil.

Radang Usus Enterocolitis pada Bayi

vitummy | 5+ Tanda Radang Usus pada Anak dan Bayi

Selain radang usus di area usus besar atau disebut kolitis ulseratif, anak-anak juga rentan terkena radang usus enterocolitis, terutama bayi berusia dua minggu dan bayi yang lahir prematur.

Awalnya, radang enterocolitis ini hanya mempengaruhi lapisan bagian dalam usus, namun bisa juga berkembang hingga ke lapisan luar dan dan membentuk lubang di usus. Jika dibiarkan dan tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan sepsis.

Sepsis sendiri merupakan komplikasi yang sangat berbahaya, dan timbul akibat respons tubuh terhadap infeksi. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi mengalami tekanan darah turun dengan sangat drastis sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada organ dan jaringan tubuh. Lebih parahnya lagi, kondisi ini dapat mengancam nyawa si kecil lho.

Penyebab Penyakit Enterocolitis

Sama seperti radang pada usus lainnya, penyebab enterocolitis juga belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kekurangan oksigen saat proses persalinan disebut-sebut menjadi salah satu faktornya.

Ketika tubuh kekurangan oksigen dan asupan darah, usus akan melemah sehingga bakteri dapat dengan mudah masuk ke usus dan merusak jaringan di dalamnya.

Selain itu, bayi yang baru lahir dan bayi prematur belum memiliki organ tubuh atau sistem pencernaan sempurna sehingga rentan terkena enterocolitis.

Adapun alasan lain yang diduga menjadi salah satu penyebab enterocolitis yaitu kelebihan sel darah merah dan riwayat masalah pada sistem pencernaan, dan pemberian susu formula pada bayi karena pada kasus ini, bayi yang diberikan ASI jarang ditemukan terkena penyakit enterocolitis.

Gejala Penyakit Enterocolitis

Moms, penyakit enterocolitis biasanya akan menimbulkan gejala, seperti:

  • Rewel
  • Lemas
  • Tidak mau menyusu
  • Diare
  • Muntah berwarna hijau
  • Terdapat darah pada feses
  • Perut membesar dan disertai dengan perubahan warna pada area kulit perut

Diagnosa dan Pengobatan Penyakit Enterocolitis

Pada kasus ini, dokter biasanya akan melakukan diagnosa melalui tes darah dan foto rontgen perut bayi untuk melihat kondisi organ si kecil.

Ketika si kecil didiagnosa mengalami enterocolitis, dokter akan merekomendasikan moms untuk berhenti menyusui si kecil dan mengganti asupan gizi melalui infus.

Beberapa jenis obat seperti antibiotik pun akan diberikan pada si kecil untuk melawan infeksi yang menyebabkan enterocolitis.

Selain itu, dokter biasanya akan memberikan tambahan oksigen pada si kecil karena enterocolitis biasanya akan menyebabkan perut si kecil membengkak sehingga ia mengalami kesulitan bernapas.

Pada kasus yang lebih parah, misalnya kondisi usus si kecil telah berlubang dan menyebabkan peradangan pada dinding perut, dokter biasanya akan melakukan operasi untuk membuang jaringan usus yang rusak.

Sementara itu, untuk menggantikan saluran pembuangan dokter akan membuatkan saluran pembuangan pada dinding perut hingga peradangan usus membaik dan usus dapat disambungkan kembali.

Jadi seperti itulah seputar hal-hal terkait radang usus atau enterocolitis, semoga bermanfaat.


Share on:

Seorang pembelajar yang tertarik dengan hal-hal kesehatan dan digital, serta gemar dalam membuat konten artikel terkait gaya hidup sehat.

Tinggalkan komentar