Diare Karena Masuk Angin, Benarkah Bisa Demikian? Cek Faktanya

Diare karena masuk angin, mungkin Moms baru pernah dengar? Kok bisa masuk angin menyebabkan diare, memang apa hubungannya? Nah, untuk itu, Moms bisa baca penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Diare sendiri merupakan kondisi umum yang dapat dialami oleh setiap orang, tanpa memandang usia. Hal ini dikarenakan diare merupakan respons tubuh terhadap adanya infeksi atau peradangan di saluran pencernaan. 

Penyebab utamanya adalah virus, bakteri, atau parasit yang masuk ke dalam tubuh manusia. Selain itu, juga diiringi berbagai gejala yang oleh masyarakat pada umumnya disebut masuk angin.  

Dilansir dari laman Kemenkes RI, diare merupakan suatu jenis penyakit yang membuat penderitanya sering buang air besar dengan kondisi tinja encer atau cair. Secara umum kondisi ini terjadi akibat salah mengonsumsi makanan dan minuman. 

Perlu Moms ketahui, orang yang mengalami diare biasanya akan sembuh setelah 14 hari. Periode ini menunjukkan bahwa orang tersebut menderita diare akut. Meski demikian, terdapat gejala diare yang bisa terjadi lebih dari 14 hari, yaitu disebut diare kronis. 

Diare pada umumnya memang dapat sembuh sendiri, asalkan dengan penanganan yang tepat. Pasalnya, membiarkan diare begitu saja dapat memicu komplikasi yang fatal. 

Apakah Benar Diare Karena Masuk Angin?

diare
diare

Sebagian besar diare sebenarnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri di usus besar ya, Moms. Hal ini dikarenakan konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kedua patogen tersebut. Lalu, bagaimana dengan masuk angin? Kenapa kondisi tersebut sering dihubung-hubungkan?

Jadi, diare karena masuk angin sebenarnya merupakan suatu istilah yang sering digunakan di masyarakat. 

Alasannya, menurut dr. Riza Marlina, istilah masuk angin sebenarnya tidak ada dalam dunia medis. Akan tetapi istilah ini memang umum digunakan oleh masyarakat untuk menyebut kondisi tertentu. 

Beberapa kondisi yang disebut sebagai masuk angin, seperti perut tidak nyaman, perut kembung atau nyeri, sendawa, mual-mual, dan mengalami gangguan buang air besar, serta gangguan lain. 

Berbagai kondisi tersebut menunjukkan bahwa masuk angin merupakan gabungan dari berbagai gejala yang penyebabnya banyak.

Kesimpulannya, diare bukan disebabkan karena masuk angin, tetapi beberapa kondisi yang terjadi bersamaan.

Baca Juga: Bolehkah Minum Vitamin Saat Diare?

Penyebab Umum Diare

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, masuk angin itu tidak ada di dalam dunia medis. Jika ada anggapan bahwa masuk angin menyebabkan diare, hal itu bisa jadi karena seseorang sedang mengalami kondisi tertentu dimana kondisi itu disebut masuk angin (padahal secara medis bukan).

Di bawah ini beberapa penyebab umum diare.

1. Virus dan Bakteri 

Virus merupakan kuman mikroskopis yang harus menginfeksi inangnya, seperti manusia, hewan, atau tumbuhan untuk berkembang biak.

Berbeda dengan virus, bakteri adalah organisme hidup mikroskopis yang hanya memiliki satu sel. Kebanyakan bakteri tidak berbahaya, namun jenis tertentu dapat membuat Anda sakit.

Keduanya termasuk penyebab diare yang umum dialami banyak orang. Bentuknya, seperti norovirus dan rotavirus yang termasuk virus. Sedangkan Escherichia coli (E. coli) termasuk bentuk bakteri. 

2. Makanan dan Minuman 

Seperti telah disebutkan, makanan dan minuman termasuk dua hal yang menyebabkan diare. Hal ini dengan catatan bahwa keduanya telah terkontaminasi virus atau bakteri penyebab diare. 

3. Stres dan Perubahan Pola Makan 

Perubahan yang terjadi secara tiba-tiba pada pola makan juga bisa menyebabkan diare. Sebab, kondisi ini juga dapat memicu sistem pencernaan yang tidak nyaman, kembung, mual, dan lain sebagainya. 

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penyebab diare bukanlah masuk angin, melainkan beberapa gejala tidak nyaman pada sistem pencernaan. Hal ini memang sering disebut dengan istilah masuk angin. 

Tips Mengatasi Diare

Agar diare tidak terjadi berlarut-larut yang dapat berakibat fatal maka Moms perlu tahu cara mengatasinya. Berikut beberapa cara seperti dilansir dari laman Ciputra Hospital. 

1. Istirahat dengan Cukup 

Istirahat menjadi cara utama untuk mengatasi diare. Sebab dengan istirahat maka kondisi tubuh akan lebih baik. Alasannya karena seseorang yang mengalami diare pasti banyak kehilangan cairan. 

2. Mengonsumsi Air Putih 

Salah satu langkah awal dalam penanganan diare adalah dengan meningkatkan asupan cairan. Kondisi diare dapat mengakibatkan kekurangan cairan karena banyaknya cairan yang keluar dari tubuh melalui tinja. 

Oleh karena itu, penting untuk mengganti cairan yang hilang dengan minum air putih dalam jumlah yang cukup.

3. Minum Larutan Oralit 

Larutan oralit adalah campuran air yang mengandung garam dan glukosa di dalamnya. Tubuh menyerap larutan ini melalui usus kecil untuk menggantikan kehilangan air dan elektrolit yang terjadi pada tinja. 

Moms bisa dengan mudah mendapatkannya di apotek terdekat atau membuatnya sendiri di rumah. Caranya juga cukup sederhana, cukup siapkan 250 mL air hangat dan campurkan satu sendok teh garam serta satu sendok makan gula (sekitar sejumlah gelas kopi standar).

4. Obat Menghentikan Diare 

Obat-obatan untuk menghentikan diare tersedia di apotek atau toko terdekat. Obat yang mengandung loperamide (seperti Imodium) dan bismuth subsalicylate (seperti Pepto-Bismol) efektif untuk mengurangi gejala diare dengan menghentikannya.

Namun, perlu diingat bahwa diare adalah cara alami tubuh untuk mengeluarkan racun dan kuman dari saluran pencernaan. Penggunaan obat penghenti diare sebaiknya dibatasi hanya pada situasi yang mendesak, misalnya saat dalam perjalanan, saat memiliki rapat penting, atau dalam keadaan darurat lainnya.

5. Mengonsumsi Antibiotik 

Apabila Moms mengalami diare karena infeksi bakteri atau parasit, penggunaan antibiotik bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasinya. Akan tetapi, penting untuk diingat bahwa diare bisa menjadi salah satu efek samping dari penggunaan antibiotik itu sendiri. 

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan antibiotik untuk mengatasi diare.

6. Hindari Minuman Berkafein 

Minuman yang mengandung kafein seperti kopi dan teh, serta minuman beralkohol seperti bir atau minuman keras, memiliki sifat diuretik yang memengaruhi tubuh dengan meningkatkan produksi urine. 

Artinya, kandungan dalam minuman tersebut dapat meningkatkan volume urin yang dikeluarkan tubuh, menyebabkan kehilangan cairan yang lebih cepat. 

Ketika seseorang mengalami diare, tubuhnya sudah kehilangan sejumlah besar cairan melalui tinja yang encer, dan hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi.

Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Minum Madu Vitummy 

Vitummy Mengandung Formula “Selenium Silver Pro” yang Ampuh Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Madu Vitummy adalah madu untuk daya tahan tubuh yang dilengkapi dengan formula Selenium Silver Pro. Formula ini dirancang untuk meningkatkan nafsu makan anak sehingga daya tahan tubuhnya juga meningkat. 

Selain itu, Madu Vitummy juga punya banyak khasiat lain, salah satunya adalah untuk mengatasi masalah pencernaan seperti diare. Sebab salah satu bahan yang yang terdapat di dalamnya adalah ekstrak buah pepaya. 

Bahan ini berkhasiat untuk melancarkan pencernaan, sehingga dapat mencegah sekaligus mengobati masalah diare. Hal ini dikarenakan kandungan serat dan nutrisi lain di dalamnya yang tinggi. 

Oleh karena itu, mengonsumsi Madu Vitummy secara rutin dan dapat mencegah sekaligus mengobati diare. Madu juga bisa menurunkan panas karena bisa meningkatkan daya tahan dubuh, sehingga Vitummy cocok untuk dikonsumsi rutin!

Yuk, dapatkan produk Madu Vitummy sekarang juga melalui website resminya di www.maduvitummy.id! 


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar