Kecerdasan Verbal Linguistik: Pengertian, Contoh, dan Stimulasinya

Kecerdasan verbal linguistik menjadi salah satu jenis kecerdasan pada anak yang harus mendapatkan perhatian, ya Moms. Nah, untuk Moms yang mungkin baru dengar soal kecerdasan tersebut, bisa pelajari selengkapnya di artikel berikut untuk pengertian, contoh, dan bagaimana stimulasi untuk mengembangkan kecerdasannya.

Kemampuan verbal sendiri akan sangat bermanfaat, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sosialnya. Salah satunya adalah ketika anak berada di sekolah. Anak dengan kecerdasan verbal berkesempatan untuk banyak mendapat prestasi. 

Apa itu Kecerdasan Verbal Linguistik? 

Moms, setiap orang tua pasti menginginkan anaknya memiliki kecerdasan tertentu. Salah satunya adalah kecerdasan verbal linguistik. Alasannya, kecerdasan ini dapat membantu mereka untuk mencapai sebuah tujuan. 

Lalu, apa yang dimaksud kecerdasan linguistik? Jadi, kecerdasan verbal linguistik ini didefinisikan sebagai suatu kecerdasan untuk memakai kata dengan maksimal, baik tulisan maupun lisan. 

Adapun pengertian menurut May Lwin, yaitu kecakapan untuk menyusun pikiran secara runtut serta mampu menggunakan verbal sebagai kompetisi. Contohnya, menulis, bicara, dan membaca. 

Selain pendapat tersebut, Amstrong juga mendefinisikannya sebagai kecerdasan dalam memasak kata atau kecakapan memakai verbal secara maksimal, baik tulisan maupun lisan. 

Contoh Kecerdasan Verbal Linguistik 

Ada banyak anak punya kecerdasan linguistik sebagai salah satu dari delapan tipe teori kecerdasan secara umum. Adapun contohnya sebagai berikut ya, Moms. 

1. Membaca 

Suka membaca termasuk salah satu contoh anak yang punya kecerdasan linguistik. Pasalnya, membaca berkaitan erat dengan menyerap informasi dari tulisan. Hal ini sangat terkait dengan kemampuan untuk memahami kata-kata. 

2. Menulis 

Contoh anak dengan kemampuan verbal yang tinggi selanjutnya adalah suka menulis. Hal ini dikarenakan mereka biasanya lebih peka terhadap nuansa, struktur, dan fonologi bahasa. Hasilnya bisa unggul salah satunya dalam aktivitas yang melibatkan menulis. 

3. Berbicara 

Berbicara menjadi contoh terakhir anak-anak yang memiliki kecerdasan tipe ini. Sebab, linguistik berkaitan dengan bahasa sebagai bahasa lisan. Meskipun, pada dasarnya berbicara adalah aktivitas yang terjadi secara alami, namun tetap menjadi pembeda dengan makhluk Tuhan yang lain. 

Cara Stimulasi Kecerdasan Verbal Linguistik 

Moms, bagaimana sih mendorong si Kecil untuk memiliki tipe kecerdasan yang satu ini? Perlu diketahui bahwa terdapat beberapa cara yang bisa Moms lakukan dilansir dari berbagai sumber seperti berikut. 

1. Mengajarkan Bernyanyi 

Sebagai orang tua, Moms bisa mengajarkan anak bernyanyi untuk stimulasi kecerdasan linguistiknya. 

Hal ini seperti diungkapkan dalam Journal of Early Childhood and Inclusive Education bahwa menstimulasi anak usia 4-5 tahun bisa dengan bernyanyi melalui variasi lagu. 

Adapun variasi lagu yang bisa digunakan, seperti “Aku Sudah Tahu”, “Rumahku”, “Pulang Sekolah”, dan “Senandung Al’Quran”. Berbagai lagu tersebut dipilih karena menggunakan kosakata yang berbeda-beda. 

Oleh karena itu, mengajarkan bernyanyi dengan lagu tersebut dapat meningkatkan kecerdasan linguistik anak. 

2. Merangsang Kemampuan Berbicara 

Anak dengan kecerdasan verbal tidak semata-mata terjadi begitu saja. Sebab, perlu ada rangsangan yang menjadikannya berani berbicara.

Sebagai orang tua, Moms bisa melakukan cara seperti bertanya banyak hal pada si Kecil. Hal ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan yang jawabannya adalah penjelasan panjang. 

Jawaban tersebut bisa dalam bentuk cerita, sehingga melatih anak tidak hanya untuk tampil percaya diri, namun juga merangkai kata-kata yang diucapkannya. Orang tua bisa merespon ceritanya untuk mengapresiasi sekaligus memberikan saran.

3. Mengajak Bercerita atau Menulis 

Stimulasi selanjutnya bisa dilakukan dengan mengajak si Kecil bercerita atau menulis ya, Moms. Apabila anak belum bisa menulis maka Moms bisa mengajaknya bercerita. Selain itu, Moms juga bisa menstimulasi cerita tersebut untuk menjadi tulisan. 

4. Memahami Anak dengan Kecerdasan Linguistik 

Anak dengan kecerdasan linguistik biasanya lebih suka berbicara, baik yang sering didengar maupun diucapkan orang tuanya. Hal ini sering ditandai dengan anak-anak yang cerewet.

Baca Juga: Tabel berat badan anak usia 1-5 tahun menurut who.

Ciri-ciri Anak dengan Kecerdasan Linguistik 

Anak-anak dengan tipe kecerdasan ini biasanya memiliki ciri yang berbeda dibanding tipe kecerdasan lain. Dilansir dari laman Gramedia, berikut beberapa cirinya. 

  • Memahami lebih banyak kosakata dibanding anak lain seusianya. 
  • Suka berbicara atau bercerita. 
  • Mudah mengerti istilah-istilah baru yang diucapkan atau yang didengar. 
  • Suka berbicara dan bercerita di depan banyak orang dengan percaya diri. 
  • Suka membaca buku. 
  • Suka membacakan sesuatu untuk orang lain. 
  • Senang membaca ulang buku yang sudah dibaca. 
  • Senang bercerita hal-hal baru. 
  • Senang berdiskusi bakan bisa akrab dengan orang-orang baru. 
  • Suka merespon dan memberi tanggapan saat ia mendengar orang lain berbicara. 
  • Suka diajak ke perpustakaan. 
  • Menyukai seni sastra, seperti puisi, prosa, drama, dan lain sebagainya. 
  • Menyukai seni peran, seperti opera, teater, dan lain sebagainya. 
  • Sering menyematkan humor dalam percakapannya. 
  • Suka menulis, seperti diary, cerpen atau bahkan puisi. 
  • Suka belajar bahasa asing. 
  • Suka belajar kosakata baru. 
  • Suka bermain dengan huruf, seperti mencocokkan, menukar huruf, tebakan kata, atau puzzle. 
  • Memiliki keterampilan menyimak dengan baik dan memiliki memori yang kuat atas apa yang mereka baca. 
  • Memiliki pemahaman dan daya ingat yang kuat dari bahasa yang mereka dengar. 
  • Memiliki minat besar terhadap buku. 
  • Mampu mengekspresikan diri dan perasaan dengan baik melalui kata. 
  • Biasanya menjadi pendengar yang baik. 
  • Pandai bercerita dan melucu. 
  • Mampu mempengaruhi orang lain dengan kata-katanya. 

Itulah beberapa hal yang terkait dengan kecerdasan linguistik. Yuk, stimulasi anak dengan cara-cara yang telah Moms pelajari untuk memaksimalkan kecerdasannya! Jangan lupa juga untuk menjaga daya tahan tubuhnya dengan Madu Vitummy ya, Moms. 

Madu Vitummy adalah madu herbal yang dibuat dari madu hutan asli dan ekstrak bahan alami. Selain itu, juga dilengkapi formula Selenium Silver Pro yang ampuh meningkatkan daya tahan tubuh anak. 

Yuk, dapatkan produk Madu Vitummy sekarang juga melalui website resminya di www.maduvitummy.id! 


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar