4 Perbedaan Bronkopneumonia dan Pneumonia, Jangan Sampai Keliru! 

Banyak orang tidak bisa membedakan penyakit bronkopneumonia dengan pneumonia loh, Moms. Selain karena namanya yang mirip, keduanya juga termasuk penyakit yang sama-sama menyerang paru-paru. 

Meski demikian, kedua jenis penyakit tersebut tetaplah berbeda. Pasalnya, terdapat perbedaan pada penyebab dan organ tubuh yang dijangkitinya. 

Nah, artikel berikut akan membahas tentang perbedaan bronkopneumonia dan pneumonia. Tujuannya agar Moms bisa membedakannya. 

Simak selengkapnya di bawah ini ya, Moms. 

Penyakit Bronkopneumonia 

Penyakit Bronkopneumonia 

Bronkopneumonia menurut Kemenkes RI merupakan jenis pneumonia yang terjadi pada bronkus dan alveolus. Bentuknya adalah peradangan atau infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. 

Moms, apa sih yang dimaksud bronkus? Dilansir dari artikel Bronkopneumonia dalam laman Kemenkes RI, bronkus adalah organ tubuh berupa saluran udara. Fungsinya untuk memastikan udara masuk dengan baik dari trakea menuju alveolus. 

Adapun alveolus merupakan organ tubuh berbentuk kantung udara kecil. Fungsi organ ini sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. 

Kedua organ tubuh tersebut adalah tempat penyakit bronkopneumonia yang tidak jarang diderita oleh banyak orang. Sebab, penyakit ini termasuk jenis pneumonia yang paling umum terjadi, terutama pada anak-anak. 

Menurut data Kemenkes RI, salah satu penyebab kematian terbanyak anak-anak usia di bawah 5 tahun adalah infeksi bakteri dan virus. Kondisi ini sangat erat kaitannya dengan bronkopneumonia. 

Penyebab Bronkopneumonia 

Seperti telah disebutkan, penyebab bronkopneumonia adalah adanya infeksi bakteri, virus, atau jamur. Lalu, tahukah Moms mengenai nama-nama konkret dari penyebab infeksi tersebut? 

Dilansir dari laman Yankes Kemenkes RI, berikut beberapa bakteri penyebab infeksi. 

  • Streptococcus pneumoniae
  • Staphylococcus aureus
  • Pseudomonas aeruginosa
  • Haemophilus influenzae
  • Klebsiella pneumoniae
  • Escherichia coli
  • Proteus species

Selain itu, terdapat faktor lain berupa virus dan jamur. Virus penyebab infeksi bronkopneumonia salah satunya virus COVID-19, sedangkan infeksi jamur disebabkan oleh Aspergillus fumigatus. 

Ciri-ciri Penderita Bronkopneumonia

Setelah mengetahui penyebabnya, Moms juga harus tahu ciri-cirinya. Sebab, mengetahui tanda penderita bronkopneumonia akan membantu Moms dalam membedakannya dengan pneumonia pada umumnya. 

Nah, apa saja ciri-ciri penderita penyakit ini ya, Moms? Kemenkes menyebutkan dalam lamannya bahwa terdapat beberapa gejala seperti berikut. 

  • Demam 
  • Batuk berdahak 
  • Sesak napas 
  • Nyeri dada
  • Mudah berkeringat 
  • Menggigil 
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot 
  • Kelelahan 
  • Linglung (apabila terjadi pada lansia) 

Berbagai gejala tersebut bisa semakin parah ya, Moms. Terutama jika penderitanya memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Selain itu, juga apabila menderita kondisi medis lainnya yang menyebabkan komplikasi. 

Namun, perlu Moms ketahui bahwa gejala yang dimiliki anak-anak berbeda dengan orang dewasa seperti yang telah disebutkan. Anak yang menderita bronkopneumonia memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 

  • Rewel 
  • Demam 
  • Hidung tersumbat 
  • Susah tidur 
  • Tidak nafsu makan atau minum 
  • Nadi teraba cepat 
  • Bibir membiru 
  • Dada tampak cekung 
  • Napas berbunyi (mengi) 

Itulah beberapa gejala bronkopneumonia apabila dialami oleh anak-anak ya, Moms. 

Cara Mengatasi Bronkopneumonia 

Cara mengatasi bronkopneumonia harus Moms sesuaikan dengan penderitanya. Adapun penderita penyakit ini biasa orang dewasa maupun anak-anak. Dilansir dari laman Halodoc, mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan pengobatan. 

Pengobatan bronkopneumonia pada orang dewasa sebagai berikut. 

  • Melakukan istirahat dengan cukup 
  • Memberikan obat sesuai resep dokter 
  • Memberikan antibiotik sesuai resep dokter 
  • Mengonsumsi banyak cairan untuk mengencerkan lendir dan mengurangi ketidaknyamanan saat batuk 
  • Memberikan perawatan medis yang memadai, terutama jika kondisinya sudah parah 

Adapun pengobatan pada anak-anak sebagai berikut. 

  • Memberikan antibiotik sesuai resep dokter. 
  • Memberikan cairan untuk memenuhi kebutuhan tubuh 
  • Beristirahat dengan cukup 
  • Memberikan perawatan medis apabila kondisinya semakin parah 

Itulah beberapa cara mengatasi bronkopneumonia, baik pada orang dewasa maupun anak-anak ya, Moms. Baca Juga: Tanda Tanda Sembuh dari Pneumonia.

Penyakit Pneumonia 

Penyebab Pneumonia pada Anak 

Moms, sudah tahu kan tentang apa itu bronkopneumonia? Nah, kini saatnya Moms mengetahui tentang pneumonia. Tujuannya adalah untuk mengetahui perbedaan bronkopneumonia dan pneumonia. 

Seperti dilansir dari laman Kemenkes RI, pneumonia merupakan kondisi peradangan yang terjadi pada jaringan paru-paru. Akibatnya, organ pernapasan tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik. Sebab, alveolus (kantung udara) yang terdapat di dalamnya terisi oleh cairan. 

Kondisi tersebut bisa lebih buruk, terutama pada pasien dengan daya tahan tubuh yang lemah. Pasien ini bisa mengalami komplikasi, yaitu penyebaran bakteri penyebab pneumonia pada aliran darah. 

Komplikasi pada penderita pneumonia sangat berisiko menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh. Tandanya dapat mengalami abses paru, bahkan sampai terdapat nanah di dalamnya. 

Ketidaksadaran penderita untuk segera diobati menyebabkan kondisinya bisa semakin parah. Bentuknya seperti muncul cairan peradangan. Cairan ini dapat terbentuk pada lapisan pelindung paru. 

Oleh karena itu, akhirnya diperlukan tindakan dokter untuk mengeluarkan cairan tersebut. 

Penyebab Pneumonia 

Menghindari pneumonia sampai dalam kondisi yang parah, Moms bisa melakukan dengan mengetahui penyebabnya. Pasalnya, menurut Kemenkes RI terdapat beberapa penyebab, seperti bakteri, jamur, protozoa, dan virus. 

Selain itu, seperti disebutkan dalam artikel Pneumonia oleh Kemenkes RI terdapat beberapa faktor lain seperti berikut. 

  • Kebiasaan merokok, yaitu aktivitas yang dapat merusak paru-paru dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. 
  • Jantung kronis, yaitu penyakit yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. 
  • Diabetes melitus, yaitu penyakit kelebihan kadar gula dalam tubuh yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. 
  • Kelemahan struktur organ pernapasan, yaitu membuat paru-paru lebih rentan terhadap infeksi. 
  • Penurunan tingkat kesadaran, yaitu menurunkan risiko aspirasi yang dapat menyebabkan pneumonia. 

Itulah beberapa penyebab umum pneumonia. Meski demikian, Moms juga harus ketahui bahwa kuman penyebab penyakit ini biasanya berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain. 

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh interaksi pasien yang dapat menyebabkan infeksi, cara terjadinya infeksi, gangguan sistem kekebalan tubuh, adanya penyakit kronis, polusi lingkungan, dan tidak sesuainya penggunaan antibiotik. 

Ciri-ciri Penderita Pneumonia 

Selanjutnya, Moms harus tahu tentang gejalanya. Sebab, penyakit ini biasanya dimulai dengan beberapa gejala tertentu, yaitu sebagai berikut. 

  • Demam disertai nyeri kepala dan tubuh menggigil. 
  • Batuk tidak berdahak atau berdahak dengan cairan mengandung nanah berwarna kekuningan. 
  • Nyeri dada yang terasa ketika bernapas hingga napas yang pendek. 
  • Mual, muntah, dan diare. 
  • Rasa nyeri pada otot, sendi, serta mudah lelah. 
  • Denyut nadi yang melemah hingga 100 kali per menit. 

Cara Mengatasi Pneumonia 

Laman Rumah Sakit Hermina menyebutkan terdapat beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk mengatasi pneumonia. Adapun beberapa caranya sebagai berikut. 

  • Melakukan istirahat dengan tidur cukup 
  • Mendapatkan asupan cairan yang lebih dibanding biasanya 
  • Memberikan paracetamol untuk menurunkan demam 
  • Memberikan obat berdasarkan resep dari dokter 
  • Memberikan antibiotik apabila penyebabnya adalah bakteri. 

Berdasarkan uraian tersebut, Moms pasti sudah bisa menyimpulkan perbedaan bronkopneumonia dan pneumonia. Dasarnya adalah pengertian, penyebab, ciri-ciri, dan cara mengatasi masing-masing penyakitnya. 

Madu Vitummy untuk Daya Tahan Tubuh 

Moms, bagaimana sih cara untuk mencegah kedua penyakit tersebut? Ada cara preventif yang bisa dilakukan untuk menghindarinya. Salah satunya dengan memberikan Madu Vitummy. 

Seperti Moms ketahui, bronkopneumonia dan pneumonia merupakan penyakit yang dapat menyerang anak-anak. Meskipun ada banyak faktor penyebabnya, namun daya tahan tubuh lemah menjadi yang paling utama. 

Memberikan Madu Vitummy secara rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak. Hal ini dikarenakan madu herbal dengan ekstrak bahan alami ini dilengkapi dengan formula Selenium Silver Pro. 

Formula tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil agar terhindar dari serangan penyakit. 

Yuk, dapatkan produk Madu Vitummy sekarang juga melalui website resminya di www.maduvitummy.id! 


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar