Kenali Gejala dan Penyebab Malabsorbsi pada Anak

Moms, malabsorbsi merupakan kondisi di mana usus halus tidak dapat menyerap cairan dan zat gizi penting dari makanan untuk tubuh. Akibatnya, tubuh akan mengalami kekurangan gizi dan rentan terkena penyakit. Pada anak-anak, malabsorbsi dapat menyebabkan gagal tumbuh kembang (stunting) dan gizi buruk.

Mengerikan bukan?

Lantas, bagaimana agar kita dan anak-anak kita terhindar dari kondisi malabsorbsi? Tentunya dengan mengetahui faktor penyebab dan gejalanya.

Dengan demikian, kita dapat segera mencegah dan mengatasi kondisi ini apabila sudah terlanjur terjadi.

Faktor dan Penyebab Malabsorbsi

Moms, perlu diketahui bahwa proses pencernaan dan penyerapan makanan memiliki tiga tahap, yang pertama adalah proses penyimpanan dan penghancuran makanan di lambung, yang kedua adalah penyerapan nutrisi oleh lapisan mukosa usus halus, dan yang ketiga adalah pengaliran gizi tersebut ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Nah, kondisi gangguan penyerapan gizi ini terjadi apabila salah satu dari ketiga tahapan tersebut mengalami gangguan. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi ini di antaranya adalah:

  • Gangguan atau kerusakan usus akibat infeksi, peradangan, trauma, atau cedera akibat pasca operasi atau terapi radiasi yang dapat melukai lapisan usus.
  • Penyakit kandung empedu, penyakit hati, dan pankreas.
  • Defisiensi laktase atau intoleransi laktosa karena tubuh tidak memiliki enzim yang cukup untuk memecah komponen gula pada susu.
  • Gangguan pola makan, mulai dari kebiasaan makan yang ekstrim, hingga pola makan yang tidak wajar.
  • Mengonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu yang dapat melukai lapisan usus, seperti tetrasiklin, colchicine, atau cholestyramine.
  • Penyakit tertentu, seperti celiac, pankreatitis kronis, atau penyakit crohn (penyakit radang usus jangka panjang yang bisa terjadi pada seluruh lapisan dinding sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke anus).
  • Sindrom usus pendek atau short bowel syndrome (SBS).
  • Bawaan lahir, seperti atresia bilier atau saluran empedu tidak dapat berkembang secara normal dan menghalangi aliran empedu dari hati.
    Sering mengonsumsi minuman beralkohol.

Gejala Malabsorbsi

vitummy | Kenali Gejala dan Penyebab Malabsorbsi pada Anak

Moms, gejala malabsorbsi biasanya terlihat seperti gangguan pencernaan, seperti:

  • Sakit perut
  • Kembung atau perut terasa penuh secara terus-menerus
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Tinja berlemak atau steatorrhea
  • Adanya gas dalam perut

Selain gejala di atas, gejala malabsorbsi pun akan menimbulkan gejala yang berbeda tergantung dengan jenis gizi yang sulit dicerna oleh tubuhnya, seperti:

  • Lemak: Biasanya feses akan berwarna cerah, menimbulkan bau yang sangat busuk, menggumpal atau berukuran besar, dan berlemak. Biasanya kotoran ini akan sulit disiram dan kemungkinan mengapung atau menempel di sisi lubang toilet.
  • Protein: Biasanya penderita kondisi ini akan mengalami gejala seperti rambut kering dan mudah rontok, dan retensi cairan yang mengakibatkan tubuh seperti mengalami pembengkakan.
  • Jenis gula tertentu: Kondisi ini akan menimbulkan gejala seperti kembung, gas berlebih dalam perut, atau diare yang parah.

Diagnosis Malabsorbsi

Moms, hati-hati ya, terkadang malabsorbsi menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit lain sehingga tidak dapat didiagnosis secara pribadi.

Untuk mendiagnosis gangguan kondisi ini dan menentukan penyebabnya, moms harus berkonsultasi dengan dokter, kemudian dokter akan melakukan sesi tanya jawab seputar gejala dan riwayat kesehatan, termasuk penyakit yang pernah diderita dan obat-obatan yang pernah dikonsumsi.

Selain itu, dokter akan melakukan tanya jawab tentang asupan makan dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya gangguan penyerapan gizi ini.

Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan kekuatan otot, pendeteksian edema, dan pengukuran berat badan. Untuk menentukan penyebabnya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan feses, penderita sindrom ini biasanya akan mengeluarkan feses yang berlemak.
  • Tes darah lengkap, tes ini dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi serta menilai kadar gizi pada tubuh, seperti vitamin B12, vitamin D, folat, zat besi, kalsium, dan zat gizi lainnya. Namun, kekurangan salah satu gizi tersebut bukan berarti tubuh mengalami gangguan penyerapan gizi, bisa juga karena tubuh kurang mengonsumsi makanan yang bergizi.
  • CT scan, tes ini dilakukan untuk melihat kondisi organ yang berkaitan dengan sistem pencernaan, termasuk hati, pankreas, dan kandung empedu. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari masalah struktural, salah satunya adalah penebalan pada dinding usus halus.

Biopsi, tes ini dilakukan dengan cara mengambil dan memeriksa sampel jaringan usus halus untuk melihat apakah ada jaringan atau sel-sel yang abnormal pada usus atau tidak.

Pengobatan

vitummy | Kenali Gejala dan Penyebab Malabsorbsi pada Anak

Tujuan pengobatan dari sindrom ini adalah untuk meredakan keluhan-keluhan yang dirasakan, mengatasi penyakit sesuai dengan penyebabnya, dan mencegah adanya komplikasi. Beberapa pengobatan yang dilakukan untuk kelainan ini biasanya meliputi:

Pemenuhan Cairan Tubuh

Moms, penderita gangguan penyerapan gizi ini kerap mengalami diare kronis sehingga rentan terkena dehidrasi.

Pemenuhan cairan tubuh ini dapat dilakukan dengan memberikan oralit jika pasien masih bisa minum. Jika tidak, pemenuhan kebutuhan cairan tubuh ini biasanya dilakukan melalui pemberian cairan infus.

Pengaturan Gizi dan Pola Makan

Moms, untuk beberapa kasus gangguan penyerapan gizi, pasien diharuskan untuk diet dan mengatur pola makan untuk mencegah adanya komplikasi akibat malabsorbsi.

Biasanya dokter akan melakukan pengaturan menu makanan sesuai dengan kondisi pasien.

Misalnya, jika gangguan penyerapan gizi disebabkan oleh penyakit celiac, pasien akan diminta untuk menghindari jenis makanan yang mengandung gluten, seperti sereal atau gandum.

Jika disebabkan oleh intoleran laktosa, maka pasien akan dianjurkan untuk menghindari jenis makanan yang mengandung laktosa, seperti susu dan produk olahannya.

Meski demikian, pasien akan dapat memenuhi kebutuhan gizi lainnya melalui jenis makanan yang lain.

Jadi, jangan khawatir akan kekurangan gizi dan tetap melakukan diet sesuai dengan anjuran dokter ya moms agar tubuh terhindar dari komplikasi yang serius.

Pemberian Obat-Obatan

Pemberian obat-obatan dilakukan untuk meredakan gejala yang dialami pasien dan mengatasi gangguan penyerapan gizi sesuai dengan faktor penyebabnya.

Obat-obatan ini meliputi:

  • Obat diare seperti loperamide. Loperamide digunakan untuk mengurangi jumlah feses. Obat ini bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus sehingga frekuensi buang air besar dapat berkurang serta feses menjadi lebih padat saat keluar. Namun, obat ini hanya dapat mengurangi gejala diare bukan menyembuhkan penyebab terjadinya diare ya moms.
  • Obat antiradang atau inflamasi jika sindrom ini disebabkan oleh kondisi yang menyebabkan peradangan usus.
  • Pemberian obat antibiotik jika sindrom ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau obat cacing jika infeksi disebabkan oleh cacing parasit.
  • Suplemen vitamin dan mineral untuk membantu mengatasi kekurangan vitamin dan mineral yang disebabkan oleh gangguan sindrom ini.
  • Pemberian suplemen protease atau lipase untuk membantu tubuh mencerna protein atau lemak jika sindrom ini disebabkan oleh kurangnya enzim-enzim tersebut.
  • Pemberian suplemen protease atau lipase untuk membantu tubuh mencerna protein atau lemak jika sindrom ini disebabkan oleh kurangnya enzim-enzim tersebut.

Komplikasi yang Disebabkan oleh Malabsorbsi

vitummy | Kenali Gejala dan Penyebab Malabsorbsi pada Anak

Perlu diwaspadai, malabsorbsi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti:

  • Diare kronis
  • Kekurangan gizi
  • Berat badan turun
  • Pengeroposan tulang
  • Batu empedu
  • Batu ginjal
  • Anemia
  • Sulit memiliki keturunan
  • Rentan terkena infeksi
  • Stunting

Cara Mencegah Malabsorbsi

vitummy | Kenali Gejala dan Penyebab Malabsorbsi pada Anak

Moms, salah satu cara mencegah malabsorbsi adalah dengan melakukan pola hidup sehat dan bersih. Selain itu, kita juga perlu menghindari penggunaan obat pencahar atau antibiotik tanpa resep dokter.

Jika mengalami sembelit atau sulit buang air besar, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan memenuhi cairan tubuh.

Jika memang membutuhkan obat pencahar, maka berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat tersebut.

Untuk beberapa kasus seperti akibat dari penyakit celiac, cystic fibrosis, atau intoleransi laktosa yang tidak dapat dicegah, moms dapat berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti anjuran-anjuran yang disarankan oleh dokter.

Itulah seputar informasi tentang malabsorbsi yang penting untuk diketahui.

Untuk menghindari malabsorbsi akibat infeksi cacing dan kekurangan gizi, moms dapat memberikan si kecil Madu Vitummy setiap pagi dan malam sebelum tidur.

Madu Vitummy mengandung ekstrak daun pepaya dan bawang putih yang ampuh untuk mengatasi cacing parasit hingga ke telurnya dan memelihara kesehatan pencernaan.


Share on:

Seorang pembelajar yang tertarik dengan hal-hal kesehatan dan digital, serta gemar dalam membuat konten artikel terkait gaya hidup sehat.

Tinggalkan komentar