Mengenal 5+ Informasi Malnutrisi pada anak

Tahukah moms bahwa 1.000 hari pertama kehidupan anak merupakan masa emas bagi tumbuh kembangnya?

Pada waktu tersebut, anak membutuhkan asupan nutrisi yang memadai untuk mengoptimalkan pertumbuhannya.

Namun, di beberapa wilayah atau negara dengan angka kemiskinan yang tinggi, anak justru tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sehingga terjadi malnutrisi pada anak.

Malnutrisi pada anak atau disebut juga sebagai ketidak seimbangan gizi, merupakan kondisi di mana anak tidak memperoleh asupan nutrisi yang cukup dan seimbang dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini terbagi menjadi dua, yaitu kurang gizi dan kelebihan gizi.

Kondisi kurang gizi atau undernutrition terjadi saat anak tidak mendapatkan nutrisi penting yang cukup sesuai dengan kelompok usianya.

Kondisi ini juga bisa terjadi akibat nutrisi tersebut diekskresikan lebih cepat daripada pergantian nutrisi yang masuk pada tubuh.

Adapun salah satu kondisi kurang gizi yang sering dibicarakan ialah stunting atau masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Stunting bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak, seperti tinggi badan anak yang lebih rendah (kerdil) dari standar usianya.

Selain stunting, kurang gizi pada anak juga bisa menyebabkan underweight atau kurangnya berat badan menurut tinggi badan atau standar kelompok usianya.

Sementara kelebihan Zat Gizi (Overnutrition) merupakan kondisi yang terjadi saat anak memiliki kebiasaan makan yang terlalu banyak, salah makan, atau tidak cukup berolahraga.

Kondisi ini bisa membuat anak mengalami obesitas alias kelebihan berat badan. Kondisi ini bisa terjadi akibat anak gemar mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam.

Malnutrisi pada anak ini merupakan kondisi yang serius karena menjadi penyebab kematian pada anak, dengan jumlah 300.000 anak setiap tahunnya di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Gejala Malnutrisi pada Anak yang Harus Diwaspadai

malnutrisi pada anak

Moms, berbeda dengan hidden hunger, malnutrisi pada anak menimbulkan beberapa tanda serius, baik itu pada malnutrisi akibat kekurangan gizi maupun kelebihan gizi.

Berikut adalah gejala malnutrisi pada anak yang harus diwaspadai:

Gejala Malnutrisi pada Anak Akibat Kurang Gizi

  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Massa otot yang menurun
  • Massa jaringan yang menurun
  • Kehilangan lemak
  • Perut membesar atau membengkak
  • Pipi dan mata cekung
  • Rambut rontok
  • Kulit menjadi tipis, kering, pucat, dan dingin
  • Sulit berkonsentrasi
  • Rentan terhadap rasa dingin
  • Penurunan sistem imun sehingga rentan mengalami infeksi

Gejala Malnutrisi pada Anak Akibat Kelebihan Gizi

  • Peningkatan berat badan secara signifikan
  • Sulit bernapas yang berdampak pada risiko kegagalan pernapasan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kelelahan yang sangat parah

Selain gejala-gejala tersebut, kemungkinan ada gejala lainnya yang bisa dialami oleh penderita malnutrisi.

Jadi, jika si kecil mengalami salah satu tanda di atas, apalagi jika disertai dengan gejala, seperti pingsan, berat badan jauh di bawah normal kelompok usianya, kerontokan parah, hingga kesulitan bernapas karena berat badan berlebih, segera bawa si kecil ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Penyebab Malnutrisi pada Anak

penyebab malnutrisi pada anak

Moms, secara umum malnutrisi pada anak disebabkan oleh tidak seimbangnya antara asupan gizi dengan kebutuhan gizi harian si kecil.

Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti:

Pola Makan Anak yang Buruk

Moms, pola makan yang buruk merupakan penyebab utama dari malnutrisi pada anak.

Pasalnya, saat asupan makanan terlalu sedikit atau berlebih, anak tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi optimal harian.

Pola makan yang buruk ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kesulitan menelan, menderita penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan, tidak ada bahan makanan bergizi untuk dikonsumsi, atau keinginan untuk makan secara berlebihan.

Gangguan Kesehatan Mental

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga berpengaruh pada status gizi anak, lho!

Gangguan kesehatan mental, seperti depresi atau stres bisa membuat si kecil kehilangan nafsu makan sehingga ia hanya mengonsumsi sedikit makanan tanpa gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian.

Ketidak Seimbangan Energi

Moms, ketidak seimbangan energi yang masuk merupakan salah satu penyebab malnutrisi pada anak.

Anak yang memiliki gizi berlebih cenderung sangat suka makan dalam porsi banyak sehingga terjadi kelebihan berat badan.

Nah, kondisi tersebut tentu bisa membuat anak menjadi mudah lelah dan malas untuk melakukan aktivitas sehingga energi yang masuk tidak seimbang dengan yang dikeluarkan oleh tubuh.

Dengan begitu, sisa energi yang tidak digunakan oleh tubuh akan mengendap dan membentuk lemak yang bisa memicu berbagai penyakit, seperti penyumbatan darah hingga gangguan kesehatan jantung.

Sebaliknya, jika energi yang masuk lebih sedikit dengan energi yang dikeluarkan, otot dan lemak sebagai cadangan energi akan dikuras sehingga anak akan mengalami kekurangan gizi dan penurunan berat badan yang drastis.

Penyakit Tertentu

Moms, ada beberapa penyakit yang bisa membuat tubuh mengalami malnutrisi, salah satunya adalah penyakit Celiac.

Anak dengan kondisi tersebut berisiko tinggi terhadap kerusakan pada lapisan usus, yang bisa menyebabkan proses penyerapan makanan terhambat.

Selain itu, masalah kesehatan pencernaan seperti diare juga bisa menyebabkan anak mengalami malnutrisi.

Anak yang mengalami diare parah, bisa mengalami kehilangan nutrisi penting sehingga berisiko tinggi terhadap kekurangan gizi dan dehidrasi.

Kurangnya Asupan ASI

Moms, kurangnya pemberian ASI bisa menyebabkan malnutrisi pada bayi dan anak. Pasalnya, ASI mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh anak untuk menunjang tumbuh kembangnya di awal masa kehidupannya.

Cara Mengatasi Malnutrisi pada Anak

cara mengatasi malnutrisi pada anak

Dilansir dari laman Alodokter, malnutrisi pada anak bisa diatasi dengan berbagai cara, tergantung tingkat keparahannya.

Nah, cara-cara tersebut di antaranya, yaitu:

  • Pemberian ASI eksklusif
  • Memenuhi asupan gizi yang seimbang
  • Memberikan suplemen, seperti vitamin dan mineral
  • Memenuhi kebutuhan yodium
  • Penanganan kondisi medis tertentu jika malnutrisi disebabkan oleh penyakit
  • Pengaturan pola makan yang sehat, mulai dari jadwal makan hingga kandungan gizi dalam makanan yang akan dikonsumsi.

Cara Mencegah Malnutrisi pada Anak

cara mencegah malnutrisi pada anak

Cara mencegah malnutrisi pada anak yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang, serta memastikan kebutuhan gizi harian terpenuhi, tidak kurang atau berlebih.

Adapun makanan dengan gizi seimbang yakni terdiri dari empat kelompok makanan utama, seperti buah-buahan, makanan sumber karbohidrat (nasi, kentang, atau roti), makanan sumber protein (daging, telur, ayam, ikan, dan kacang-kacangan), serta produk susu atau olahannya seperti keju dan yogurt.

Selain itu, untuk mencegah malnutrisi atau kekurangan gizi, pastikan anak mengonsumsi Madu Vitummy secara rutin, setiap pagi dan malam sebelum tidur.

Dengan Selenium Silver Pro, Madu Vitummy telah terbukti 3 kali lebih ampuh merangsang nafsu makan anak.

Madu Vitummy juga mengandung ekstrak herbal, seperti temulawak, temu hitam, bawang putih, dan pepaya yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah terkena risiko infeksi cacingan.

Yuk, rutin minum Madu Vitummy mulai dari sekarang!


Share on:

Seorang pembelajar yang tertarik dengan hal-hal kesehatan dan digital, serta gemar dalam membuat konten artikel terkait gaya hidup sehat.

Tinggalkan komentar