Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel, Catat Ya, Moms!

Cara Menyapih Anak Agar Tidak Rewel

Proses menyapih memang tidak selalu mudah bagi setiap orang tua atau anak ya, Moms? Pasalnya, proses ini sering diiringi dengan kondisi anak yang rewel. Akibatnya, banyak orang tua yang kemudian tidak tega melakukannya. 

Padahal, Moms bisa mencoba cara-cara menyapih anak agar tidak rewel, misalnya pada malam hari. Melalui cara-cara ini, orang tua dan anak bisa melewati tahapan ini dengan lebih mudah. Yuk, simak caranya di bawah ini! 

Berapa Lama Proses Menyapih?

Sebagai orang tua, Moms harus tahu kalau proses penyapihan anak dari air susu ibu (ASI) itu ada waktunya. Alasannya, tidak semua anak prosesnya sama, misalnya ada yang beberapa hari, beberapa minggu, hingga berbulan-bulan. 

Kondisi tersebut sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa hal, baik dari dalam diri anak itu sendiri maupun orang tua.

Kenapa Ada Anak yang Proses Menyapihnya Lama?

Berikut faktor-faktor yang memengaruhi lamanya proses menyapih: 

1. Menyapih Terlalu Dini 

Faktor pertama yang memicu bayi sulit disapih dari minum ASI adalah karena keputusan yang terlalu dini. Hal ini akan memicu si Kecil lebih sering mengamuk, cemas, dan terbangun di siang hari. Akibatnya, salah satu tahapan proses perkembangan ini menjadi lama. 

2. Kondisi Badan yang Tidak Fit 

Bayi memang masih sangat rentan terhadap berbagai perubahan ya, Moms. Hal ini menjadikan badannya sering dalam kondisi kurang fit. Memulai proses menyapih dalam kondisi tersebut juga termasuk faktor yang memicu lamanya proses penyapihan. 

3. Munculnya Reaksi Tertentu 

Proses menyapih memang memicu bayi merasa tidak nyaman. Pasalnya, kondisi ini belum pernah ia alami sebelumnya. Oleh karenanya, perubahan yang besar akan memicu ia menjadi rewel dan muncul reaksi-reaksi tertentu. 

4. Orang Tua yang Tidak Tega 

Selain dari faktor bayi itu sendiri, rasa tidak tega yang dimiliki orang tuanya juga kerap menghambat ya, Moms. Pasalnya, dengan tidak adanya ketegasan maka bayi akan kembali pada kebiasaan sebelumnya. Oleh karenanya, ketidaktegasan ini juga menjadi faktor pemicunya.

5. Kurangnya Dukungan dari Lingkungan 

Kondisi lingkungan keluarga yang tidak selaras sering menjadi pemicunya. Salah satunya ketika Moms sedang melatih si Kecil menyapih, namun anggota keluarga lainnya justru tidak tega melihatnya maka bisa memicu kegagalan proses tersebut. Oleh karenanya, perlu ada kesepakatan dalam melakukan suatu tindakan dalam keluarga. 

6. Pengenalan Makanan atau Minuman yang Salah 

Saat proses menyapih, Moms pasti mengenalkan minuman atau makanan selain ASI. Hal ini perlu dilakukan dengan baik. Sebab, melakukannya dengan tergesa-gesa justru akan memicu trauma. Hasilnya, proses penyapihan menjadi lebih lama dibanding biasanya. 

Itulah 6 penyebab lamanya proses menyapih bayi dari ASI. Mengetahui berbagai faktor tersebut akan membantu Moms lebih waspada untuk menangani faktor-faktor dari dalam diri si Kecil itu sendiri maupun lingkungannya. 

Cara Menyapih Anak agar Tidak Rewel

Setelah tahu faktor penghambatnya, kini Moms perlu tahu tips menyapih anak dari ASI agar tidak rewel. Pasalnya, ada beberapa cara yang dinilai efektif untuk membantu proses tersebut, seperti: 

1. Menyapih Secara Bertahap 

Cara pertama yang harus Moms lakukan adalah dengan penyapihan bertahap. Memang, proses ini akan memakan beberapa waktu, seperti beberapa minggu hingga bulan. Tapi, efeknya akan lebih baik untuk bayi daripada langsung melakukan cara-cara ekstrem. Selain itu, Moms juga akan membuat si Kecil tetap nyaman dengan keadaannya. 

2. Semi-menyapih 

Selanjutnya, Moms bisa menggunakan cara semi-menyapih. Cara ini dilakukan dengan memperpendek waktu menyusui atau mengurangi frekuensinya. Hal ini akan melatih si Kecil secara perlahan untuk tidak menyusu tanpa harus merasa ada perubahan yang sangat besar. 

3. Menyapih Secara Alami 

Apabila cara-cara sebelumnya dirasa belum efektif, Moms bisa mencoba cara menyapih alami. Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal menyapih sehingga bisa menurunkan produktivitas ASI secara alami. Hasilnya, bayi dan orang tuanya akan secara alami memindah kebiasaan tersebut ke lainnya. 

Baca Juga: Inspirasi Kegiatan Anak Setelah Bangun Tidur

4. Menyapih karena Kembali Bekerja 

Moms yang punya peran di rumah dan di tempat kerja, menyapih tentunya sangat penting untuk bisa kembali bekerja. Cara menyapih ini juga bisa dilakukan dengan memperhitungkan waktu kapan harus kembali bekerja dan meninggalkan si Kecil di rumah. Melalui kepentingan ini, Moms bisa melatih si Kecil secara perlahan untuk berhenti menyusu. 

5. Persiapkan Mental Anak 

Meski masih bayi, namun mempersiapkan mental mereka untuk masuk dalam proses sapih sangatlah penting. Tujuannya untuk membuatnya tidak kaget sehingga menurunkan risiko mengalami rewel, baik di siang hari maupun malam hari. Caranya dengan sering mengajaknya berbicara hingga membuat ikatan yang kuat. 

6. Menciptakan Suasana yang Tenang 

Suasana jadi salah satu faktor penting dalam proses menyapih bayi. Alasannya, semakin baik suasana yang ada di sekitar maka akan semakin mudah si Kecil untuk menerima perubahan kebiasaan dalam dirinya. Oleh karenanya, Moms perlu menciptakan suasana yang tenang. 

Bagaimana Cara Menidurkan Anak Setelah Disapih?

Menyapih memang bukan hal yang mudah dilakukan hingga Moms perlu hati-hati dalam menidurkannya. Berikut beberapa tahapan menidurkan anak setelah disapih: 

  • Letakkan bayi di tempat tidur dalam keadaan mengantuk, meskipun belum tertidur lelap. 
  • Mulailah menepuk pelan punggung, pantat, atau area kakinya untuk membuatnya merasa nyaman. 
  • Apabila bayi tiba-tiba terbangun dan menangis karena kurang nyaman maka segeralah untuk menggendongnya agar tidak sampai rewel. 

Itulah beberapa cara yang bisa Moms lakukan untuk menidurkan si Kecil, terutama ketika sedang dalam proses menyapih. Mengetahui berbagai hal tersebut bisa menjadi bekal untuk Moms agar proses yang akan berlangsung bisa lebih mudah. 

Apakah Moms punya pengalaman yang berbeda? Yuk, coba bagikan pengalaman di kolom komentar! 

Share:
Facebook
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan komentar