Ciri Ciri Anak Pneumonia, Harus Tahu Sebelum Makin Parah

Pneumonia adalah infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Infeksi ini dapat mengakibatkan peradangan pada kantong udara di paru-paru, yang dikenal sebagai alveoli.

Setiap orang berpotensi mengalami penyakit ini, baik dewasa maupun anak-anak. Lalu, bagaimana ciri ciri anak pneumonia?

Sebagai orang tua, Moms pasti sering mendengar jenis penyakit pneumonia. Sebab, belakangan ini banyak anak-anak yang mengalaminya. Namun, tahukah Moms apa itu pneumonia? 

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai agen penyebab, termasuk bakteri, virus, jamur, atau parasit. Adapun pengaruhnya bisa dialami orang dari segala usia, tetapi anak-anak dan orang tua memiliki risiko lebih tinggi.

Kondisi tersebut menjadikan pneumonia termasuk jenis penyakit yang harus diwaspadai. Oleh karenanya, Moms harus mengetahui ciri-cirinya yang akan diuraikan pada poin selanjutnya. 

Ciri Ciri Anak Pneumonia 

Anak-anak yang menderita pneumonia sebenarnya memiliki ciri yang bervariasi antara satu dengan lainnya. Meski demikian, umumnya melibatkan gejala pada saluran pernapasan dan kemampuan anak untuk bernapas. 

Berikut adalah ciri-ciri anak pneumonia yang dapat diidentifikasi berdasarkan sumber-sumber kesehatan ya, Moms. 

1. Batuk yang Persisten

Anak-anak pada umumnya tidak jarang mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, bahkan kondisinya bisa sampai buruk. Menurut laman Mayo Clinic, pneumonia dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, memicu respons tubuh untuk membersihkan lendir atau benda asing yang masuk.

2. Sesak Napas atau Bernapas Cepat

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala ini dapat mencakup kesulitan bernapas atau pernapasan yang cepat. Pada anak-anak, perubahan ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan perhatian medis segera.

Selain itu, dalam laman Mayo Clinic, disebutkan bahwa sesak napas atau pernapasan yang cepat bisa menjadi tanda paru-paru yang terinfeksi, di mana jaringan paru-paru tidak berfungsi secara optimal.

3. Demam Tinggi

Demam adalah respons alami tubuh terhadap infeksi. Pneumonia dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh anak, dan demam yang tinggi sering kali menjadi ciri khas penyakit ini. Kondisi ini seperti yang disebutkan dalam laman Mayo Clinic. 

4. Nyeri Dada 

American Lung Association menyebutkan bahwa anak mungkin mengeluh nyeri atau ketidaknyamanan di dada. Ini dapat disebabkan oleh peradangan pada jaringan paru-paru atau ketegangan otot saat bernapas.

5. Sputum (Dahak/Lendir) Berwarna

Batuk dengan keluarnya dahak berwarna, seperti kuning atau hijau, bisa menjadi tanda adanya infeksi bakteri pada saluran pernapasan. Warna dahak dapat memberikan petunjuk kepada dokter tentang jenis infeksi yang mungkin terjadi.

6. Kelelahan dan Lesu

Infeksi seperti pneumonia dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk melawan penyakit. Akibatnya, apabila hal ini terjadi pada anak-anak maka mereka mungkin terlihat lebih lemas dan kehilangan energi.

7. Nafsu Makan Menurun

Penurunan nafsu makan atau penolakan untuk makan dapat terjadi akibat infeksi dan ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan oleh anak saat bernapas atau menelan.

8. Gejala Tambahan

Gejala lainnya yang mungkin muncul meliputi muntah, diare, dan perasaan tidak nyaman. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa sistem pencernaan atau organ lain juga terlibat.

Mengetahui ciri-ciri pneumonia pada anak adalah langkah penting dalam melindungi kesehatan mereka ya, Moms. Ciri-ciri ini dapat bervariasi dan penting untuk memperhatikan perubahan perilaku anak dan gejala fisik yang mungkin timbul. Jika ada kekhawatiran, Moms bisa segera konsultasikan dengan profesional kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.

Penyebab Pneumonia pada Anak 

Penyebab Pneumonia pada Anak 

Selain mengetahui ciri-cirinya, Moms juga harus mengetahui berbagai penyebab anak mengalami pneumonia. Tujuannya adalah untuk mencegah dan memberikan penanganan yang tepat. 

1. Terkena Bakteri

Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) merupakan penyebab utama pneumonia bakterial pada anak-anak. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Pneumokokus juga dapat menyebabkan infeksi telinga dan sinus.

Selain itu, jenis bakteri yang juga menyebabkan pneumonia menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah Haemophilus influenzae type b (Hib). Meskipun vaksinasi telah mengurangi kasus Hib, bakteri ini masih dapat menyebabkan pneumonia pada anak-anak yang belum divaksinasi.

2. Ada Virus

Virus juga menjadi penyebab pneumonia pada anak. Adapun jenisnya, yaitu Virus Respiratori Syncytial (RSV). Virus ini adalah penyebab umum pneumonia pada bayi dan anak-anak. Menurut laman Mayo Clinic dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan. 

Selanjutnya, jenis virus yang menyebabkan pneumonia adalah Virus Influenza. Pasalnya, infeksi flu dapat berkembang menjadi pneumonia, terutama jika sistem kekebalan tubuh anak terpengaruh.

Penting untuk menjaga imun tubuh agar tetap kuat. Moms bisa memberikan ia makanan untuk meningkatkan imun tubuh.

3. Jamur

Pneumonia Jamur (Histoplasmosis, Coccidioidomycosis) merupakan jenis jamur dapat menyebabkan pneumonia pada anak-anak, terutama mereka yang tinggal di daerah tertentu di dunia.

4. Parasit

Parasit Pneumocystis jirovecii merupakan penyebab pneumonia yang pada anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah, terutama mereka yang terinfeksi HIV. Hal ini seperti disebutkan dalam laman CDC. 

Pengobatan Pneumonia pada Anak

Pneumonia pada anak memerlukan penanganan medis yang tepat agar pemulihan berlangsung optimal. Berikut adalah langkah-langkah pengobatan pneumonia pada anak yang bisa Moms lakukan. 

1. Konsultasi dengan Dokter

Menurut laman Mayo Clinic, langkah pertama yang harus dilakukan ketika si Kecil mengidap pneumonia adalah dengan menghubungi dokter anak. 

Cara ini dinilai paling efektif dikarenakan dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk tes darah dan foto rontgen dada untuk memastikan diagnosis pneumonia.

2. Memberikan Antibiotik

Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri, dokter mungkin meresepkan antibiotik. Moms harus ketahui bahwa penting untuk menyelesaikan seluruh siklus pengobatan antibiotik, bahkan jika gejala sudah mulai membaik.

3. Pemantauan dan Istirahat

Anak perlu istirahat yang cukup untuk membantu tubuhnya melawan infeksi. Pemantauan yang cermat terhadap perubahan gejala juga diperlukan untuk menghindari hal-hal yang diinginkan. Hal ini harus dilakukan oleh setiap orang tua ya, Moms. 

4. Memberikan Obat Penurun Demam

Jika anak mengalami demam, dokter mungkin merekomendasikan obat penurun demam seperti paracetamol untuk meredakan gejalanya. 

5. Terapi Oksigen

Jika anak mengalami kesulitan bernapas, terapi oksigen dapat diberikan untuk membantu mendukung fungsi pernapasannya. Hal ini seperti dilansir dalam laman CDC. 

6. Memenuhi Cairan Tubuh 

Penting untuk Moms memastikan agar anak tetap terhidrasi dengan baik. Dokter dapat merekomendasikan pemberian cairan tambahan, terutama jika anak sulit makan atau minum.

Akan tetapi, apabila si Kecil masih mau untuk mengonsumsi air putih maka Moms harus memberikannya sesuai yang disarankan, yaitu delapan gelas sehari. 

Baca Juga: Tanda Tanda Sembuh dari Pneumonia.

7. Pentingnya Penanganan Medis yang Cepat

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa penanganan medis yang cepat sangat penting untuk memastikan pemulihan optimal dan mencegah komplikasi serius pada anak yang mengalami pneumonia.

Oleh karena itu, penting bagi Moms selalu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisi spesifik anak. Sebab, setiap kasus pneumonia bisa berbeda termasuk penanganannya. 

Madu Vitummy untuk Daya Tahan Tubuh 

Madu Vitummy merupakan madu untuk daya tahan tubuh yang dilengkapi formula Selenium Silver Pro. Formula ini dirancang untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan anak. 

Mengonsumsi Madu Vitummy secara rutin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Hasilnya, Moms bisa memastikan si Kecil untuk terhindar dari bahaya pneumonia. Sebab, salah satu faktornya adalah kurangnya daya tahan tubuh yang baik. 

Yuk, dapatkan produk Madu Vitummy sekarang juga melalui website resminya di www.maduvitummy.id


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar