logo madu vitummy
Search
Close this search box.

Efek Samping Makan Nasi Tiwul, Baik atau Tidak Ya?

efek samping makan nasi tiwul

Tiwul merupakan salah satu produk makanan tradisional yang terbuat dari ubi kayu ya, Moms. Makanan ini sering dikonsumsi oleh banyak masyarakat Indonesia, umumnya yang masih tinggal di pedesaan. 

Pasalnya, tiwul termasuk makanan alternatif yang sangat direkomendasikan sebagai pilihan konsumsi karbohidrat. Selain itu, juga karena mengandung berbagai manfaat lainnya jika dikonsumsi bagi tubuh. 

Meski demikian, adakah efek samping makan nasi tiwul? Yuk kita bahas bareng, Moms!

Mengenal Nasi Tiwul, Bedakah dengan Nasi Biasa?

Karakteristik tiwul agak kenyal dan terbuat dari ubi kayu yang dikeringkan (geplek). Kemudian, geplek diolah menjadi bentuk tepung (Geplek merupakan ubi kayu yang telah dikupas dan dikeringkan dengan cara dijemur langsung di bawah sinar matahari) 

Selain itu, tiwul juga memiliki karakter berbentuk butiran kuning kecoklatan dengan tekstur pulen semi basah agak menggumpal. Bahkan, bagi sebagian besar masyarakat dinilai memiliki cita rasa yang unik serta aroma yang kuat. 

Perlu Moms tahu bahwa nasi tiwul mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Seperti dalam penelitian yang sama, disebutkan bahwa setiap 100 gram nasi tiwul mengandung:

  • 2,30 g protein
  • 38,10g karbohidrat
  • 0,10g lemak 

Angka tersebut menunjukkan bahwa tiwul memiliki nilai kalori yang lebih tinggi daripada nasi, yaitu sekitar 178 Kal. Meski demikian, nilai gizi antara tiwul dan nasi tidak jauh berbeda. 

Oleh karena itu, tiwul sering dijadikan sebagai makanan untuk pengganti nasi oleh sebagian besar masyarakat. 

Manfaat Makan Nasi Tiwul 

nasi tiwul

Sebelum membahas ada atau tidaknya efek samping makan nasi tiwul, Moms tahu tidak apa manfaatnya? Perlu diketahui bahwa banyak manfaat yang bisa didapatkan apabila mengonsumsi nasi tiwul. 

Berikut beberapa manfaatnya dilansir dari berbagai sumber. 

1. Mencegah Penyakit Maag 

Tiwul mengandung banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, seperti karbohidrat, protein, dan lemak yang sangat mirip dengan nasi. Berbagai nutrisi tersebut menjadikannya alternatif makanan pengganti nasi. 

Sebagai makanan yang menggantikan nasi, tiwul memang memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah. Meski demikian, mengonsumsinya secara rutin dapat membantu mencegah penyakit maag. 

Oleh karena itu, tiwul diharapkan mampu menjaga kebutuhan pangan nasional di Indonesia. 

2. Menyehatkan Pencernaan 

Menurut Journal of Nutrition and Food Science, tiwul mengandung tinggi serat dan rendah kalori. Kondisi ini menjadikannya sangat baik untuk dicerna oleh pencernaan. 

Sebab, mengonsumsi tiwul akan memberikan rasa kenyang yang relatif lama dan mencegah meningkatnya gula darah. 

Oleh karena itu, kesehatan pencernaan akan terus terjaga dengan asupan nutrisi yang bersumber darinya. 

3. Menjaga dan Meningkatkan Kesehatan 

Tiwul merupakan makanan yang berasal dari umbi-umbian. Seperti Moms ketahui, umbi-umbian memiliki kandungan karbohidrat dan antioksidan flavonoid yang cukup tinggi. 

Mengonsumsi jenis makanan tersebut secara rutin bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Pasalnya, fungsi flavonoid dalam tubuh adalah untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh. 

Adapun radikal bebas merupakan berbagai penyebab penyakit kronis. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan flavonoid, Moms bisa melakukannya dengan mengonsumsi nasi tiwul. 

4. Menurunkan Kadar Gula Darah 

Mengonsumsi nasi tiwul secara rutin dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Selain itu, juga bisa meningkatkan manajemen gula darah, terutama pada penderita diabetes tipe 2. 

Manfaat tersebut bisa didapatkan dari indeks glikemik yang rendah pada nasi tiwul. Dasarnya adalah kandungan serat kasar yang tinggi, serat pangan, dan pati resisten. Selanjutnya, tiwul juga rendah daya cerna. 

Oleh karena itu, mengonsumsi tiwul sebagai pengganti nasi sangat baik untuk penderita diabetes mellitus. 

5. Memenuhi Kebutuhan Gizi 

Nasi tiwul mengandung banyak nutrisi, seperti karbohidrat, vitamin (A,C,B1), kalsium, fosfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Berbagai nutrisi ini sangat diperlukan oleh tubuh untuk mendukung imun tubuh dan kesehatan. 

Moms, kebutuhan gizi dalam tubuh tentunya bisa dipenuhi dengan bantuan konsumsi nasi tiwul. Oleh karenanya, tiwul bisa dikonsumsi secara rutin, terutama jika dijadikan sebagai makanan pengganti nasi. 

Efek Samping Makan Nasi Tiwul 

Nasi tiwul memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Akan tetapi, apakah ada efek samping makan nasi tiwul? terutama jika makan terus-menerus atau dijadikan sebagai makanan pengganti nasi? 

Nasi tiwul sendiri termasuk jenis pangan fungsional. Pangan ini merupakan hasil olahan yang mengandung satu atau lebih komponen pangan. 

Berdasarkan kajian ilmiah, pangan olahan memiliki fungsi fisiologis tertentu di luar fungsi dasarkan. Meski demikian, hal ini dinilai terbukti tidak membahayakan sekaligus bermanfaat bagi kesehatan. 

Oleh karenanya, Moms tidak perlu khawatir ketika akan mengonsumsi tiwul. Pasalnya, tidak ada efek samping bagi tubuh akibat makan nasi tiwul. 

Baca Juga: Manfaat Nasi Kuning (yang ternyata baik untuk kesehatan tubuh!)

Makanan Pengganti Nasi 

Tiwul memang salah satu makanan yang sangat direkomendasikan sebagai pengganti nasi. Namun, bicara makanan pengganti nasi, ada juga beberapa pilihan lainnya.

Selain nasi tiwul, berikut beberapa makanan pengganti nasi lainnya dilansir dari berbagai sumber. 

1. Nasi Jagung 

Nasi jagung bisa menjadi pilihan nomor dua setelah tiwul sebagai makanan pengganti nasi. Alasannya, jagung mengandung nilai gizi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasi.

Secara konkret, nilai gizi dalam 100 g jagung kuning, yaitu 24g air, 307kal kalori, 7,9g protein, 3,4g lemak, 63,6g karbohidrat, 4,40 Vitamin A (S1), 0,33mg Vitamin B1, dan 0,1mg Vitamin C. 

Berdasarkan nilai gizi tersebut, Moms bisa menjadikan jagung sebagai makanan pokok pengganti beras. 

2. Ubi 

Ubi jalar juga termasuk makanan pengganti nasi ya, Moms. Pasalnya, di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat sekitar 18–21%. Bahkan, ubi jalar mengandung lebih banyak serat dan rendah gula. 

Adapun kandungan nutrisi lainnya, seperti provitamin A, vitamin C, dan kalium. Hal ini menjadikannya tinggi Oleh karenanya, cocok untuk menggantikan nasi sebagai makanan pokok. 

3. Kacang Merah 

Kacang merah merupakan jenis makanan yang mengandung tinggi protein dan karbohidrat dalam bentuk pati serta serat. Bahkan, di dalamnya juga terkandung vitamin, mineral, dan antioksidan. 

Berbagai nutrisi tersebut sangat diperlukan tubuh untuk membantu menurunkan kadar gula darah dan mengurangi risiko kanker usus besar. Hal ini menjadikannya cocok dikonsumsi oleh Moms yang sedang diet atau diabetes. 

Meski demikian, Moms harus memastikan sudah memasaknya dengan baik. Kacang merah yang tidak dimasak dengan baik akan memicu keracunan. 

Rekomendasi Artikel: Cara Mengatasi Anak Susah Makan Nasi Usia 1 Tahun.

4. Kentang 

Moms, beberapa masyarakat memang sering menjadikan kentang sebagai lauk nasi putih. Padahal, kentang itu sendiri merupakan salah satu makanan pengganti nasi. Alasannya, di di dalamnya terkandung karbohidrat yang cukup tinggi. 

Meski tinggi karbohidrat, kentang memiliki tingkat kalori dan lemak yang lebih rendah dari pada nasi putih. Selain itu, juga menjadi sumber kalium dan vitamin C yang baik untuk kesehatan tubuh. 

Oleh karena itu, kentang sebaiknya menjadi makanan pengganti nasi, bukannya menjadi lauk nasi putih ya, Moms.

5. Oat 

Oat adalah jenis makanan yang sering dipilih oleh orang yang sedang menjalani masa diet. Sebab, makanan ini mengandung tinggi vitamin, mineral, antioksidan, karbohidrat, dan serat.

Kandungan tersebut menjadikan oat membantu untuk menunda rasa lapar. Hasilnya, Moms bisa mengurangi keinginan untuk terus makan. Hasilnya, diet yang dilakukan bisa lebih stabil dan berhasil. 

Madu Vitummy Membantu Tingkatkan Nafsu Makan 

Moms, kalau si Kecil susah untuk makan nasi atau berbagai makanan pengganti lainnya maka saatnya memberikan Madu Vitummy. Madu ini dilengkapi formula Selenium Silver Pro. 

Formula tersebut dirancang untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan menambah nafsu makannya. Sebab, di dalamnya terkandung madu hutan asli dan ekstrak bahan alami, seperti pepaya, bawang putih, rimpang temulawak, temu hitam, dan rasa jeruk. 

Oleh karena itu, mengonsumsi Madu Vitummy secara rutin dapat membantu meningkatkan nafsu makan si Kecil dan daya tahan tubuhnya. 

Share:
Facebook
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan komentar

On Key

Related Posts

Chat Customer Service
Konsultasi Vitummy
Halo Kak, Promo Madu Vitummy Masih Adakah?