Kegiatan Untuk Anak Yang Aktif, Seru dan Baik untuk Pertumbuhan!

Kegiatan Untuk Anak Yang Aktif, Seru dan Baik untuk Pertumbuhan!

Anak-anak yang aktif belum tentu hiperaktif ya, Moms. Sebab mereka yang aktif biasanya karena memiliki banyak energi untuk melakukan berbagai aktivitas. Kondisi ini sebenarnya sangat wajar terjadi pada anak-anak, terutama mereka yang sedang dalam fase eksplorasi. 

Tapi, bagaimana cara menangani anak yang aktif? Artikel berikut akan membahas mengenai hal tersebut, termasuk penyebab dan kegiatan untuk anak yang aktif. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini, Moms! 

Apa yang Membuat Anak Super Aktif?

Seperti yang telah disebutkan, anak yang aktif dengan yang super aktif itu berbeda. Sebagai orang tua, Moms harus tahu perbedaan keduanya. Sebab, anak yang aktif adalah mereka yang punya banyak energi untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. 

Berbeda dengan hal tersebut, anak super aktif (hiperaktif) merupakan mereka yang memiliki kondisi sulit diam atau bahkan sulit fokus terhadap suatu hal. Melansir laman Rumah Sakit Hermina, anak yang aktif dan hiperaktif tentunya bisa dibedakan. 

Salah satu cara membedakannya berdasarkan faktor-faktor penyebabnya seperti dilansir dalam laman Siloam Hospital berikut: 

  • Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) 
  • Gangguan otak dan sistem saraf 
  • Gangguan psikologis 
  • Autisme 
  • Gangguan suasana hati, seperti depresi dan kecemasan 
  • Gangguan tiroid 
  • Mengalami perundungan 
  • Konsumsi obat yang dapat mengganggu fungsi otak 

Itulah beberapa penyebab anak hiperaktif yang harus Moms ketahui. 

Ciri Anak yang Aktif dan Hiperaktif 

Untuk bisa membedakan keduanya, Moms bisa melihat ciri-ciri anak yang aktif dan yang hiperaktif. Berikut beberapa tanda yang bisa dilihat melansir laman Rumah Sakit Hermina

Kemampuan Fokus 

Anak yang aktif itu tandanya bisa fokus terhadap suatu hal, meskipun perhatiannya akan sangat mudah teralihkan pada hal-hal yang lain. Kondisi ini akan sangat berbeda dengan anak hiperaktif yang sangat sulit untuk fokus terhadap suatu hal. 

Cara Bicara 

Selanjutnya, cara bicara pada anak aktif dan hiperaktif juga bisa dibedakan ya, Moms. Sebab, pada anak yang aktif, biasanya akan lebih mudah diajak bicara. Hal ini berbeda dengan mereka yang hiperaktif, biasa akan sulit diajak bicara. 

Anak yang aktif akan lebih mudah menangkap maksud, kosakata, dan aktif ketika diajak berbicara. Tapi, pada mereka yang hiperaktif, biasanya lebih sulit diajak berbicara, suka menyela pembicaraan, hingga terlalu aktif berbicara. 

Baca Juga: Kegiatan Seru untuk Anak Setelah Bangun Tidur.

Cara Mengendalikan Emosi 

Terkait emosi atau perasaan, mereka yang aktif biasanya akan tidak mudah menangis, kesal atau sedih. Kondisi ini sangat berbeda dengan mereka yang hiperaktif. Sebab, mereka sangat sensitif terhadap perasaannya, hingga sangat mudah menangis, kesal, dan sedih atau sangat mudah berubah suasana hatinya. 

Hubungan Sosial 

Hubungan sosial antara anak yang aktif dan hiperaktif dengan lingkungan sekitarnya juga bisa dilihat perbedaannya. Mereka yang aktif biasanya bisa mengikuti instruksi dan tetap terorganisasi. Sedangkan mereka yang hiperaktif biasanya akan sulit bekerja sama dengan lingkungannya. 

Rasa Lelah 

Terakhir, rasa lelah pada masing-masing anak, baik yang aktif maupun hiperaktif sangat bisa dibedakan. Anak yang aktif akan secara otomatis beristirahat ketika merasa lelah, misalnya dengan tidur untuk mengembalikan energinya. Tapi, mereka yang hiperaktif biasanya tidak memiliki rasa lelah, bahkan memiliki waktu istirahat atau tidur yang lebih pendek. 

Itulah beberapa perbedaan dari anak yang aktif dan hiperaktif. Melalui aspek-aspek tersebut, Moms pasti bisa mengenali kondisi si Kecil. Tapi, apabila anak menunjukkan ciri-ciri dari salah satu kriteria anak tersebut, Moms tidak perlu berkecil hati. Pasalnya, ada tindakan-tindakan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut. 

Kegiatan untuk Anak yang Aktif​

Apabila si Kecil merupakan anak yang aktif, namun bukan hiperaktif, Moms perlu mengetahui beberapa kegiatan yang baik untuknya. Sebab ada beberapa jenis aktivitas yang baik untuk anak seperti: 

Olahraga 

Olahraga bisa jadi pilihan kegiatan untuk anak yang aktif ya, Moms. Sebab, melalui olahraga ini, si Kecil bisa menyalurkan energinya, misalnya dengan bermain sepak bola, renang, lari, dan jalan kaki. 

Bermain di Taman 

Selanjutnya, bermain di taman bisa menjadi cara paling efektif dan murah untuk menyalurkan energi anak ya, Moms. Pasalnya, taman menyajikan berbagai elemen alam yang baik untuk menyalurkan emosi anak, misalnya rasa penasaran, ketertarikan terhadap sesuatu, hingga bermain dengan tanaman atau hal lain yang ada di sekitarnya. 

Bermain dengan Teman Seusianya 

Anak yang aktif biasanya sangat suka apabila bermain dengan anak seusianya. Membiarkannya punya waktu dengan teman-temannya juga sangat baik untuk menyalurkan energi. Tidak hanya itu, cara ini juga sangat baik untuk melatih kemampuan bersosialisasi dan komunikasinya dengan anak-anak yang lain. Tapi, dengan catatan, Moms tetap mengawasi si Kecil dan teman-temannya. 

Bermain Tradisional 

Ada beberapa mainan tradisional untuk anak yang aktif, seperti petak umpet, layang-layang, dan lompat tali. Beberapa mainan ini sangat bermanfaat untuk anak mengeluarkan energinya dalam hal yang positif. Metode penyaluran energi tersebut akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Membuat Kerajinan Tangan 

Cara menyalurkan energi anak yang aktif juga bisa dilakukan dengan mengajarinya membuat kerajinan tangan ya, Moms. Langkah ini akan melibatkan si Kecil dalam berpikir, aktif bergerak, dan berusaha menyelesaikan tantangan. 

Tidak hanya itu, ia juga bisa lebih kreatif dan aktif dalam berinteraksi dengan orang lain. Oleh karenanya, meluangkan waktu untuk membuat kerajinan bersama si Kecil bukanlah hal yang buruk ya, Moms. 

Mencari “Harta Karun” 

Bermain mencari harta karun termasuk jenis permainan yang sangat menarik. Sebab, setiap orang yang melakukan permainan ini akan dibuat penasaran, berpikir, dan berusaha menemukan “harta karun” yang telah disembunyikan sebelumnya. 

Anak-anak yang kelebihan energi akan sangat senang terhadap permainan ini. Sebab, mereka bisa menyalurkan energinya lebih banyak dibanding permainan lainnya. Oleh karenanya, biasanya jenis permainan seperti ini akan lebih disukai oleh mereka. 

Itulah beberapa jenis kegiatan untuk mereka yang sangat aktif ya, Moms. Sebagai orang tua, Moms bisa bertanya pada si Kecil untuk memilih kegiatan yang sangat ia sukai. Tapi, bisa juga dengan memilihkan kegiatan yang paling cocok dengannya. 

Nah, ada satu hal lagi yang harus Moms perhatikan, yaitu menjaga daya tahan tubuh, nafsu makan, dan asupan nutrisi si Kecil. Tujuannya agar ia tetap aktif dalam menyalurkan energinya, terutama dengan kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan. 

Caranya bisa dengan memberinya Madu Vitummy dan Vitummy Fruveggie untuk anak. Keduanya merupakan multivitamin yang cocok untuk membantu meningkatkan nafsu makan, daya tahan tubuh, serta asupan nutrisi dan serat harian. 

Alasannya, tentu karena Madu Vitummy merupakan madu herbal yang diformulasikan dengan ekstrak bahan alami, seperti buah pepaya, bawang putih, temulawak, temu hitam, dan rasa jeruk. Selain itu juga mengandung formula Selenium Silver Pro yang bantu meningkatkan nafsu makan serta daya tahan tubuh anak. 

Adapun Vitummy Fruveggie adalah formulasi madu herbal dengan ekstrak sayur dan buah. Hasilnya, mengonsumsinya setiap hari membantu asupan nutrisi dan serta si Kecil. Kondisi ini akan membantu pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. 

Yuk, dapatkan produk keduanya sekarang juga melalui website resminya di www.maduvitummy.id

Share:
Facebook
Twitter
LinkedIn

Tinggalkan komentar