Kesehatan

Mencegah Kejang Pada Bayi dengan Kopi?

/

by inasa raskandi


Beberapa waktu yang lalu, media sosial dihebohkan dengan berita seorang ibu memberikan kopi susu pada bayi usia 7 bulan. Ibu bayi tersebut berpendapat bahwa kopi susu lebih baik daripada kental manis yang tidak ada susunya.

Padahal, bayi di bawah usia 1 tahun belum memiliki sistem pencernaan dan imun yang sempurna sehingga tidak boleh asal mengonsumsi makanan dan minuman, apalagi kopi susu.

Nah, pemberian kopi pada bayi tersebut mengingatkan Mindy pada mitos tentang mencegah kejang pada bayi dengan kopi. Apakah moms pernah mendengarnya? Atau mungkin sudah mempraktekkannya di rumah?

Lantas, benarkah mencegah kejang pada bayi dengan kopi itu efektif? Jangan salah kaprah, inilah penjelasan tentang mencegah kejang pada bayi dengan kopi menurut pandangan medis.

Baca Juga: Jenis-jenis sakit kepala yang dialami oleh anak

Bahaya Mencegah Kejang pada Bayi dengan Kopi

vitummy | Mencegah Kejang Pada Bayi dengan Kopi?

Kejang akibat demam atau disebut juga step umumnya terjadi ketika suhu tubuh pada anak melebihi 38 derajat celcius. Kondisi ini biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan – 5 tahun.

Dilansir dari laman klikdokter, kejang ini bisa terjadi dalam beberapa bentuk, seperti kaku pada seluruh tubuh dan tidak bisa dilemaskan, atau justru menggelepar-gelepar. Ketika kejang, anak juga akan kehilangan kesadaran, bola mata melihat ke arah atas, pipis, atau mengeluarkan busa yang berasal dari air liur.

Nah, sebagian masyarakat zaman dulu percaya bahwa memberikan 1-2 sendok kopi bisa membantu mencegah kejang pada bayi. Kepercayaan tersebut kemudian menjadi sebuah tradisi yang diwariskan secara turun temurun pada sebagian ibu di zaman modern ini.

Padahal, pemberian kopi atau minuman berkafein lainnya dapat membahayakan kesehatan bayi. Seperti yang dijelaskan oleh Etik Wahyuningsih, Dosen S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya dalam laman um-surabaya.ac.id, bahwa efek samping kafein pada bayi jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan efek samping pada orang dewasa. Efek samping kafein pada bayi dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan serius.

Menurutnya, ada beberapa kemungkinan efek samping akibat memberikan kopi pada bayi, seperti:

Mengganggu Pertumbuhan

Mencegah kejang pada bayi dengan kopi? Moms, kopi mengandung kafein yang dapat menyebabkan bayi mengalami kesulitan tidur. Nah, sulit tidur inilah yang akan mengganggu pertumbuhan si kecil. Sebab, ketika tidur tubuh akan menghasilkan hormon pertumbuhan pada sekitar jam 11 hingga jam 12 malam.

Jantung Berdebar, Pusing, dan Rewel

vitummy | Mencegah Kejang Pada Bayi dengan Kopi?

Moms, mencegah kejang pada bayi dengan kopi hanya akan menimbulkan dampak buruk pada irama jantung anak. Gangguan irama jantung atau aritmia ini ditandai dengan takikardia (jantung berdebar) lebih cepat dari biasanya.

Dilansir dari laman hellosehat.com. bayi yang mengalami takikardia umumnya memiliki denyut jantung lebih dari 160 detak per menit (bpm) saat dalam kondisi diam. Padahal, normalnya denyut jantung bayi tidak melebihi 140 bpm.

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa detik,menit, bahkan hingga berjam-jam. Gejala takikardia ini meliputi pusing, lemas, dan rasa tidak nyaman pada dada. Dengan begitu, bayi biasanya akan menjadi gelisah dan rewel.

Mencegah kejang pada bayi dengan kopi hanya akan meningkatkan risiko gangguan saraf serta membuat kejang pada bayi semakin parah. Sebab, bayi memiliki berat badan yang lebih ringan daripada orang dewasa. Jadi, ketika bayi minum kopi, meskipun hanya satu sendok saja, ia bisa mengalami gejala jantung berdebar ini.

Ketagihan atau Adiksi Dini

Kafein mengandung zat psikoaktif yang dapat menyebabkan ketagihan sehingga apabila bayi minum kopi dalam jangka lama dapat menyebabkan kecanduan.

Gangguan Metabolism

Bukan malah mengobati, mencegah kejang pada bayi dengan kopi justru dapat mengganggu metabolismenya. Sebab, kopi mengandung pitat atau antinutrient yang dapat menghambat penyerapan vitamin dan mineral.

Dengan begitu, memberikan kopi pada bayi dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan gangguan pertumbuhan pada bayi.

Gangguan Tumbuh Kembang

Moms, selain menghambat penyerapan kalsium yang berperan dalam proses tumbuh kembang tulang, mengatasi kejang pada bayi dengan kopi juga bisa menghambat penyerapan zat besi dan magnesium yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi.

Meningkatkan Asam Lambung

Moms, kopi mengandung kafein yang dapat merangsang produksi asam lambung sehingga mencegah kejang pada bayi dengan kopi hanya dapat meningkatkan risiko refluks asam (GERD). GERD ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas.

Dehidrasi

Seperti yang kita tahu, kopi merupakan sumber kafein. Nah, kafein ini merupakan peluru kencing atau diuretik yang dapat meningkatkan volume urine. Dengan begitu, mengonsumsi kafein dapat menyebabkan bayi sering buang air kecil sehingga berisiko mengalami dehidrasi.

Selain dehidrasi karena sering buang air kecil, dehidrasi pada bayi juga dapat disebabkan oleh diare. Kafein dapat menyebabkan si kecil mengalami diare sebab bayi di bawah satu tahun belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Bayi Mengalami Kejang

vitummy | Mencegah Kejang Pada Bayi dengan Kopi?

Alih-alih mencegah kejang pada bayi dengan kopi, moms sebaiknya melakukan pertolongan pertama pada si kecil menggunakan cara sesuai dengan anjuran medis, seperti:

  • Memberikan obat penurun panas ketika si kecil demam. Meski obat penurun panas belum terbukti dapat mencegah kejang akibat demam, tapi para ahli tetap menyarankan pemberian obat turun panas ketika anak demam.
  • Memberikan cairan yang cukup.
  • Mengompres dahi, leher, dan ketiak dengan air suam-suam kuku.
  • Melakukan skin to skin contact.
  • Menjaga suhu ruangan agar tetap sejuk, tidak terlalu panas atau dingin.
  • Memakaikan si kecil pakaian yang longgar, tipis, dan mudah menyerap keringat agar ia dapat bernapas dengan lega.
  • Memposisikan si kecil berbaring dengan posisi menghadap ke samping agar air liur atau muntah tidak masuk ke saluran pernapasan.
  • Bersihkan muntahan atau lendir jika si kecil jika ada di area mulut dan hidung.
  • Memposisikan kepala si kecil lebih tinggi dengan cara meletakkannya di atas bantal atau alas empuk lainnya senyaman mungkin.
  • Biarkan si kecil berbaring di alas yang datar namun empuk.
  • Hindarkan si kecil dari keramaian atau benda-benda berbahaya, seperti benda-benda yang terbuat dari kaca.
  • Jangan mencoba untuk menghentikan kejang dengan menahan tubuh si kecil.
  • Catat durasi kejang si kecil, catatan ini sangat penting untuk dokter dalam mendiagnosis jenis kejang yang dialami oleh si kecil. Jika memungkinkan, moms juga bisa merekam kejang si kecil untuk diperlihatkan pada dokter ketika berkonsultasi.
  • Terus awasi si kecil hingga ia terbangun dan sadar dari kejang.
  • Berikan waktu istirahat setelah kejangnya berakhir.
  • Segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan dan diagnosis lebih lanjut.

Nah, itulah informasi tentang mencegah kejang pada bayi dengan kopi. Ingat, jangan sampai mitos yang belum terbukti kebenarannya secara ilmiah membahayakan kesehatan dan nyawa si kecil.

Untuk mendapatkan informasi lainnya tentang parenting atau kesehatan anak, kunjungi laman artikel kami di website maduvitummy.id. 

Madu Vitummy merupakan madu herbal yang mengandung ekstrak tanaman herbal pilihan, seperti ekstrak temulawak, temu hitam, bawang putih, dan pepaya yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan nafsu makan, dan mencegah tubuh terkena infeksi cacingan.

Yuk konsumsi Madu Vitummy setiap pagi dan malam sebelum tidur.


Share on:

Seorang pembelajar yang tertarik dengan hal-hal kesehatan dan digital, serta gemar dalam membuat konten artikel terkait gaya hidup sehat.

Tinggalkan komentar