BAB Anak Berlendir? Jangan Panik! Kenali 5+ Penyebabnya

Mendapati BAB anak berlendir mungkin bisa membuat mom panik, tapi BAB anak berlendir ternyata normal terjadi, terutama pada awal masa kehidupan bayi.

Pasalnya, lendir tersebut membantu melancarkan proses pengeluaran tinja dari dalam tubuh.

Pada kondisi yang sehat, lendir biasanya keluar dengan jumlah yang sedikit sehingga sulit untuk dilihat.

Meski begitu, BAB berlendir juga bisa jadi tanda gangguan kesehatan, lho! Misalnya, infeksi, alergi, atau kondisi medis tertentu sehingga moms tetap harus waspada. Apalagi jika terjadi peningkatan lendir pada tinja yang dikeluarkan oleh si kecil.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui gejala maupun penyebab BAB anak berlendir.

Penyebab BAB Anak Berlendir

vitummy | BAB Anak Berlendir? Jangan Panik! Kenali 5+ Penyebabnya

Moms. BAB anak berlendir bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

Infeksi Saluran Pencernaan

Bab anak berlendir bisa juga disebabkan oleh infeksi saluran pencernaan. Infeksi ini bisa mengiritasi usus dan menyebabkan peradangan sehingga terjadi peningkatan lendir pada kotoran si kecil.

Moms harus waspada jika Bab anak berlendir disertai dengan gejala lainnya, seperti demam, serta tinja yang dikeluarkan berwarna hijau.

Bahkan, jika kondisi tinja berlendir disebabkan oleh infeksi, beberapa darah pun mungkin akan ada dalam kasus iritasi yang parah.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Gejala Tipes pada Anak

Alergi Makanan

Selain infeksi, BAB anak berlendir juga bisa disebabkan oleh alergi makanan. Dilansir dari laman Orami, alergi bisa menyebabkan diare atau memicu BAB anak berlendir.

Jika kondisi ini disebabkan oleh alergi makanan, di kecil biasanya akan mengalami tanda-tanda alergi, seperti muntah, rewel, dan tinja berdarah.

Ganti Susu Formula

Moms, masih mengutip dari laman Orami, BAB anak berlendir juga bisa dipicu oleh pergantian susu formula.

Pasalnya, penggantian susu formula ini bisa memicu terjadinya diare selama beberapa hari.

Selain itu, perubahan cara menyusu bayi juga bisa mempengaruhi tekstur tinja sehingga BAB anak berlendir.

Sebagian anak yang menyusu dalam waktu yang singkat kerap memiliki tinja berwarna hijau dan sedikit berbusa.

Sementara jika si kecil menyusu dengan cukup lama, tinja mungkin akan mengandung lendir karena si kecil mendapatkan lebih banyak foremilk (ASI pertama yang diperoleh bayi ibu pada awal sesi menyusui).

Dengan begitu, perubahan durasi saat proses menyusui bisa mempengaruhi tekstur tinja.

Bayi yang lebih banyak menyusu foremilk (ASI awal pemberian) daripada hindmilk (ASI akhir pemberian) lebih memungkinkan untuk mengalami BAB berlendir karena bayi hanya menyusu dalam waktu singkat.

Tumbuh Gigi

vitummy | BAB Anak Berlendir? Jangan Panik! Kenali 5+ Penyebabnya

BAB anak berlendir ternyata bukan hanya tanda adanya masalah pada pencernaan, tapi bisa juga karena tumbuh gigi.

Dilansir dari laman Halodoc dan SehatQ, tumbuh gigi tidak hanya menyebabkan si kecil demam dan rewel, tapi juga bisa menyebabkan BAB berlendir.

Hal ini disebabkan karena saat tumbuh gigi, produksi air liur meningkat akibat rasa sakit karena tumbuh gigi sehingga membuat si kecil menelan air liurnya dengan berlebih.

Nah, kondisi tersebut bisa mengiritasi usus dan menyebabkan produksi lendir di usus meningkat sehingga BAB anak berlendir.

Intususepsi

Moms, intususepsi merupakan kondisi terlipatnya bagian usus ke usus yang berdekatan.

Kondisi ini bisa menyebabkan aliran darah ke usus terputus dan terjadi penyumbatan feses.

Akibatnya, saat BAB bayi hanya mengeluarkan lendir yang menyerupai agar-agar berwarna merah gelap.

Selain itu, kondisi ini bisa memicu robekan, infeksi, serta kematian pada jaringan usus. Kondisi tersebut bisa dialami oleh bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.

Pada anak, kondisi ini umumnya terjadi saat mereka berusia kurang dari tiga tahun, serta kerap menjadi penyebab obstruksi usus.

Meski demikian, kondisi ini jarang terjadi pada orang dewasa, tapi jika muncul bisa memicu terjadinya tumor.

Adapun gejala dari penyakit ini diantaranya yaitu sakit perut, muntah, kelelahan, dan sering mengantuk.

Cystic Fibrosis

Moms, BAB anak berlendir juga bisa disebabkan oleh Cystic Fibrosis. Penyakit ini merupakan kelainan bawaan yang menyebabkan kerusakan organ di dalam tubuh, salah satunya ialah sistem pencernaan.

Penyakit ini mempengaruhi sel-sel yang memproduksi lendir, keringat, dan cairan pencernaan. Cairan yang dikeluarkan biasanya bertekstur tipis dan licin.

Pada sistem pencernaan, lendir yang kental bisa menyumbat saluran yang membawa enzim pencernaan dari pankreas ke usus kecil sehingga usus tidak bisa menyerap nutrisi dalam makanan secara optimal.

Akibatnya, tinja atau kotoran yang dikeluarkan akan berbau busuk dan berminyak, terjadi pertambahan dan pertumbuhan badan yang buruk, penyumbatan usus, terutama pada bayi baru lahir, serta sembelit kronis yang parah.

Steatorrhea

Moms, BAB anak berlendir juga bisa disebabkan oleh steatorrhea atau kondisi saat tinja terlalu banyak mengandung lemak.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak, seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, alkohol yang berlebihan, minyak esensial, serta produk-produk gandum utuh.

Meski begitu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, tapi yang paling umum ialah cystic fibrosis.

Gejala BAB Anak Berlendir yang Harus Diwaspadai

vitummy | BAB Anak Berlendir? Jangan Panik! Kenali 5+ Penyebabnya

Moms, BAB berlendir merupakan hal yang wajar, namun jika si kecil menimbulkan gejala-gejala lainnya maka harus waspada karena bisa jadi itu adalah tanda gangguan pencernaan atau penyakit tertentu.

Berikut adalah gejala gangguan di saluran pencernaan yang menyebabkan BAB si kecil berlendir.

  • Sakit perut atau kram
  • Perut bengkak, distensi atau kembung
  • Tinja berbau busuk yang sangat menyengat dan tidak normal
  • Kotoran berdarah, baik itu berwarna merah, hitam, atau teksturnya seperti lem
  • Perubahan warna pada tinja
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Gerakan usus yang menyakitkan

Selain itu, BAB berlendir juga bisa menjadi tanda gangguan pada sistem tubuh. Berikut merupakan gejala gangguan pada sistem tubuh:

  • Demam
  • Gatal-gatal
  • Pegal-pegal
  • Sesak Nafas

Apa yang Harus Dilakukan Saat BAB Anak Berlendir?

vitummy | BAB Anak Berlendir? Jangan Panik! Kenali 5+ Penyebabnya

Moms, jangan panik saat mendapati BAB si kecil berlendir, tapi cobalah ingat-ingat apa yang dikonsumsi si kecil sehingga moms bisa mengetahui apa penyebabnya.

Setelah tahu apa penyebabnya, segera bawa si kecil ke dokter atau rumah sakit terdekat untuk berkonsultasi dan mendiagnosis penyebab BAB berlendir.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti tes darah, analisis tinja, tes urine, kolonoskopi dan endoskopi, serta es pencitraan seperti rontgen, mri, usg dan CT Scan.

Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan penyakit yang menyebabkan BAB si kecil berlendir.

Selain konsultasi pada dokter, untuk mencegah BAB berlendir, jagalah kebersihan dengan cara rutin mencuci tangan dengan sabun dan air, terutama sebelum makan, sebelum menyiapkan makanan, dan setelah keluar dari toilet atau kamar mandi.

Hindari juga mengonsumsi makanan setengah matang, terutama makanan laut, daging, dan telur karena bisa menyebabkan keracunan akibat bakteri yang terkandung dalam makanan setengah matang.

Kemudian, untuk mencegah atau mengatasi BAB berlendir, rutinlah mengonsumsi makanan kaya prebiotik dan probiotik, seperti buah-buahan, sayuran, serta suplemen yang mengandung probiotik, seperti Bifidobacterium atau Lactobacillus.

Nah, itulah informasi tentang BAB anak berlendir. Untuk mendapatkan informasi seputar pola asuh dan kesehatan si kecil, selalu kunjungi blog Vitummy yang akan selalu update menyajikan konten menarik.

Untuk menjaga kesehatan si kecil, jangan lupa untuk selalu konsumsi Madu Vitummy setiap pagi dan malam sebelum tidur!

Mengandung ekstrak rempah-rempah pilihan, seperti temulawak, temu hitam, bawang putih, dan pepaya, Madu Vitummy berkhasiat menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah anak terkena risiko infeksi cacingan.


Share on:

Seorang pembelajar yang tertarik dengan hal-hal kesehatan dan digital, serta gemar dalam membuat konten artikel terkait gaya hidup sehat.

Tinggalkan komentar