5+ Informasi Tentang Anak Kesayangan

Sebagai orang tua yang baik, kita harus bisa membagikan kasih sayang kepada anak-anak kita secara adil. Namun tanpa disadari, hampir setiap orang tua pasti memiliki anak emas atau anak kesayangan sehingga terkadang memperlakukan anak emas dengan berbeda daripada anak yang lainnya.

Memiliki anak kesayangan merupakan hal yang wajar dan boleh-boleh saja. Tetapi jangan sampai kasih sayang pada anak emas membuat anak yang lain merasa kurang disayangi dan diacuhkan sehingga memicu kecemburuan.

Ciri-ciri Orang Tua yang Pilih Kasih pada Anak Kesayangan

vitummy | 5+ Informasi Tentang Anak Kesayangan

Umumnya, orang tua tidak sadar melakukan perilaku pilih kasih dan membantah bahwa dirinya memiliki anak kesayangan.

Untuk menghindari hal tersebut, Mindy telah merangkum beberapa informasi tentang anak kesayangan agar moms terhindar dari sifat pilih kasih, berikut adalah ciri-cirinya:

Sering Membicarakan dan Membanggakan Anak Emasnya

Moms, kasih sayang yang berbeda pada anak emas terkadang membuat kita sering membicarakannya. Misalnya, ketika salah satu anak memiliki nilai akademik yang lebih tinggi dibanding saudaranya yang lain, orang tua secara tidak sadar akan terus membicarakan dan membanggakannya, entah itu pada anggota keluarga, sanak saudara, atau para tetangga sehingga membuat saudara kandung yang lainnya merasa cemburu dan dikucilkan oleh orang tuannya.

Membandingkan Anak Emas dengan Anak yang Lainnya

Membandingkan anak emas dengan saudara kandungnya yang lain merupakan sebuah hal alami yang sering dilakukan oleh para orang tua.

Orang tua menganggap bahwa membandingkan dan membanggakan anak kesayangannya dapat menjadi motivasi untuk anak-anaknya yang lain agar menjadi lebih baik menyerupai anak kesayangannya.

Padahal, hal tersebut justru hanya akan memicu perselisihan, rasa cemburu, bahkan merenggangkan hubungan antara anak dengan orang tua, serta hubungan antar saudaranya.

Lebih Sering Berinteraksi dengan Anak Emasnya

Ciri-ciri orang tua yang pilih kasih adalah membedakan waktu dan kualitas interaksi dengan anak. Orang tua yang pilih kasih cenderung lebih sering berbicara dengan anak kesayangannya dibandingkan dengan anaknya yang lain.

Entah itu karena memiliki sifat dan hobi yang sama, atau bahkan karena anak tersebut memiliki kondisi yang harus mendapatkan perhatian lebih sehingga anak yang lain tersisihkan.

Cara Mendidik dan Memperlakukan Anak yang Berbeda

Ciri-ciri orang tua pilih kasih dan memiliki anak kesayangan dapat dilihat dari cara mendidik dan memperlakukan anak kesayangan dengan anak yang lainnya.

Melansir dari SehatQ, orang tua yang pilih kasih cenderung memberikan hukuman yang tidak setimpal pada anak kesayangan padahal anak tersebut melakukan kesalahan yang sama dengan saudara kandungnya yang lain.

Lebih Mendengarkan Anak Kesayangannya

Moms, ciri-ciri orang tua pilih kasih adalah lebih mendengarkan masukan dan keinginan anak kesayangannya. Misalnya, ketika anak A ingin sebuah sebuah mainan atau pakaian baru, orang tua tidak mendengarkannya.

Namun, ketika anak emas meminta barang dengan kebutuhan dan harga serupa, orang tua langsung memberikannya.

Apa yang diinginkan oleh anak emas lebih mudah dikabulkan daripada keinginan dan kebutuhan saudaranya yang lain.

Penyebab Orang Tua Pilih Kasih pada Anak Kesayangan

vitummy | 5+ Informasi Tentang Anak Kesayangan

Ada beberapa penyebab orang tua cenderung pilih kasih pada anak, di antaranya adalah:

Perbedaan usia anak emas dengan anak yang lainnya

Salah satu penyebab orang tua pilih kasih terhadap salah satu anaknya adalah perbedaan usia. Orang tua biasanya memiliki cara berinteraksi atau mendisiplinkan anak yang berbeda-beda sesuai dengan umur anak-anaknya.

Misalnya, anak yang lebih tua biasanya akan lebih sering ditindak tegas dibandingkan dengan adik-adiknya. Sebaliknya, anak yang lebih muda akan didik dengan cara yang lebih halus dibanding dengan kakak-kakaknya.

Perbedaan ini akan sangat terlihat apabila jarak umur antara anak yang lebih tua dengan yang lebih muda lumayan jauh sehingga salah satu dari anak tersebut, entah itu kakak atau adiknya, akan melihat orang tua yang lebih dekat dan pilih kasih terhadap salah satu anak kesayangannya.

Pada akhirnya anak merasa bahwa dirinya tidak diberikan kasih sayang dan terabaikan.

Anak yang Diharapkan oleh Orang Tua

Selain perbedaan usia, jenis kelamin pun biasanya mempengaruhi cara mendidik dan memperlakukan anak. Misalnya, ketika orang tua memiliki keinginan untuk mempunyai anak perempuan.

Namun yang lahir adalah anak laki-laki, kemudian setelah beberapa waktu akhirnya melahirkan anak perempuan, maka biasanya kasih sayang orang tua akan tumpah lebih banyak pada anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki.

Suatu Kondisi yang Membutuhkan Perhatian dan Perawatan Lebih

Salah satu hal yang paling sulit dihindari oleh orang tua adalah suatu kondisi yang mengharuskan ia memberikan perhatian lebih terhadap salah satu anak sehingga membuat anaknya yang lain berpikir bahwa orang tua pilih kasih.

Misalnya, ketika salah satu anak memiliki suatu riwayat penyakit atau berkebutuhan khusus, biasanya orang tua akan lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk anak tersebut.

Meski terlihat wajar, namun kondisi ini dapat memicu anak untuk berpikir bahwa orang tua terlalu banyak menghabiskan waktu dan energi terhadap saudaranya dan ia tidak mendapatkan hal serupa dari orang tuanya.

Bila moms mengalami hal ini, cobalah untuk berbicara dengan pasangan serta anak-anak untuk menjelaskan situasi dan meminta pengertiannya.

Sifat dan Temperamen Anak

Sifat dan temperamen anak biasanya akan mempengaruhi cara orang tua memperlakukannya. Misalnya, ketika salah satu anak memiliki temperamen yang kurang baik, sering membuat keributan, rewel, dan kerap membuat masalah.

Sedangkan anaknya yang lain memiliki sifat yang baik, penurut, dan tidak rewel, maka biasanya orang tua akan lebih menyayangi anaknya yang penurut dan hormat kepada orang tua.

Meski demikian, anak yang memiliki temperamen, rewel, dan sifat kurang baik lainnya, tetap harus mendapatkan perhatian agar menjadi lebih baik lagi.

Dampak Negatif Pilih Kasih Pada Anak Kesayangan

vitummy | 5+ Informasi Tentang Anak Kesayangan

Moms, faktanya menjadi orang tua merupakan suatu hal yang sulit, terutama dalam hal membagi kasih sayang yang adil.

Jangan sampai perlakuan kita sebagai orang tua menimbulkan dampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, terutama kesehatan mental anak yang merasa terabaikan oleh orang tuannya.

Berikut adalah dampak negatif orang tua yang pilih kasih:

  • Membuat anak emas tumbuh menjadi anak yang manja, keras kepala, egois, dan banyak menuntut karena terbiasa memiliki kasih sayang lebih dari orang tuanya.
  • Menimbulkan perselisihan dan mengganggu hubungan antar saudara karena anak yang lebih sering diabaikan akan merasa cemburu dan membenci saudara kandungnya sendiri.
  • Menggu perkembangan emosional anak di mana setiap perlakuan yang tidak adil dapat berdampak pada perilaku, sikap, dan kebiasaan anak. Misalnya, karena terbiasa dimanja maupun mungkin terabaikan kurang kasih sayang, anak akan menjadi lebih sering menunjukan perilaku yang agresif, seperti mengganggu temannya, menolak berinteraksi dengan guru, menjadi penyendiri, atau membuat keributan di sekolah.
  • Orang tua yang pilih kasih dapat memicu stress dan mengganggu kesehatan mental pada anak yang sering terabaikan. Padahal, seorang anak membutuhkan cinta, kasih sayang, dan dukungan yang adil dari orang tuanya. Seperti yang dituturkan oleh Mallory Williams, seorang konselor dan terapis keluarga di Amerika Serikat dalam lama dari Baton Rouge Parents bahwa perlakuan yang tidak adil pada anak dalam jangka panjang dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, reaksi tidak stabil, dan traumatis dalam hubungan pribadi. Selain itu, pilih kasih juga dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri sehingga berdampak pada lingkungannya di masa depan.

Tips agar Terhindar dari Perilaku Orang Tua yang Pilih Kasih

vitummy | 5+ Informasi Tentang Anak Kesayangan

Untuk menghindari perilaku pilih kasih, berikut adalah tips agar tidak menjadi orang tua yang pilih kasih:

  • Intropeksi diri dengan cara mengajak anak mengobrol santai dan memberikan kesempatan pada mereka untuk mengatakan keluh kesahnya.
  • Menjadi pendengar yang baik bagi setiap anak meskipun anak tersebut sering membuat masalah dan sulit diatur, siapa tau hal ini dapat membantu moms dan anak-anak menjadi lebih dekat sehingga anak mau mendengarkan nasehat orang tua. Jangan lupa untuk terus menunjukkan sikap hangat dan tidak kaku agar ia dapat bercerita dan mengutarakan pendapat dengan leluasa.
  • Memberikan penjelasan dan meminta pengertian dari setiap anak ketika salah satu dari saudaranya membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih untuk menghindari munculnya rasa cemburu dan perselisihan.
  • Tidak membanding-bandingkan anak dalam hal apapun karena dapat membuat anak-anak merasa cemburu. Daripada melakukan hal tersebut, cobalah untuk fokus menggali minat dan bakat anak karena setiap anak bakat yang berbeda-beda.
  • Sisihkan waktu untuk masing-masing anak, seperti menyisihkan waktu untuk bermain dan mengobrol dengan setiap anak. Misalnya, pada hari ini moms menyisihkan waktu untuk kakak, selasa untuk adik, dan rabu untuk kakak dan adik. Menyisihkan waktu untuk anak, terutama untuk melakukan berbagai aktivitas yang menyenangkan dapat mempererat hubungan anak dan orang tua.

Mitos dan fakta tentang anak kesayangan biasanya muncul ketika ada perasaan anak tidak mendapatkan kasih sayang yang sama dibandingkan dengan saudaranya yang lain.

Cobalah untuk menjadi orang tua yang adil dan tidak pilih kasih karena setiap anak berhak untuk mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.

Salah satu cara membagi kasih sayang yang adil adalah dengan cara menjaga kesehatannya. Untuk menjaga kesehatan anak dengan adil, berikanlah Madu Vitummy setiap pagi dan malam pada anak-anak.

vitummy irish

Madu Vitummy ampuh untuk meningkatkan nafsu makan, menjaga daya tahan tubuh, dan memelihara kesehatan pencernaan dari risiko cacingan.

Vitummy, rahasia mommy happy!


Share on:

Seorang pembelajar yang tertarik dengan hal-hal kesehatan dan digital, serta gemar dalam membuat konten artikel terkait gaya hidup sehat.

Tinggalkan komentar