Pola Asuh Layak untuk Anak Indonesia Memperingati Hari Anak Nasional 2023

Moms, siapa nih yang belum mengucapkan “Selamat Hari Anak Nasional” pada si kecil? Yuk, ucapkan sekarang juga! Meskipun Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli, namun tidak ada kata terlambat untuk mengucapkannya ya, Moms. 

Sebagai orang tua, memberi ucapan tersebut tentunya harus diiringi dengan kontribusi nyata. Seperti memberikan pola asuh  layak untuk anak. Hal ini sesuai dengan tujuan pemerintah, yaitu “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”. 

Lalu, apa macam-macam pola asuh orang tua? Banyak pola asuh orang tua pada anak yang bisa Moms jadikan referensi. Nah, artikel berikut akan membahas mengenai hal tersebut. 

Simak di bawah ini ya, Moms! 

Apa itu Pola Asuh?

Pola Asuh

Sebagai orang tua, Moms pastinya ingin memberikan pola asuh yang terbaik untuk anak. Kondisi ini sering menjadikan banyak orang tua mencari tahu, misalnya tentang macam-macam pola asuh yang tepat untuk diterapkan pada si kecil. 

Sebelum membahas tentang macamnya, Moms sudah tahu belum apa itu pola asuh? Mungkin banyak Moms yang sudah mengetahui tentang hal ini. Meski demikian, Moms bisa menyimak ulasan lebih detail berikut tentang pola asuh. 

Dilansir dari laman Poltekkes Denpasar, sebuah penelitian menyebutkan bahwa pola asuh merupakan cara terbaik yang ditempuh orang tua dalam mendidik anak. Hal ini sebagai perwujudan dari tanggung jawab orang tua kepada anaknya. 

Pola asuh yang diterapkan orang tua tentunya akan membentuk perilaku atau kepribadian yang baik pada anak. Selain itu, juga bisa memengaruhi kondisi mental anak. Oleh karena itu, setiap orang tua perlu memahami pola asuh yang diterapkan pada anaknya. 

Baca Tips Lainnya: Tidak Nafsu Makan Bisa Di ikuti 2 Gejala Berikut, Harus Dipahami!

Macam-macam Pola Asuh Orang Tua 

vitummy | Pola Asuh Layak untuk Anak Indonesia Memperingati Hari Anak Nasional 2023

Macam-macam pola asuh orang tua pada anak harus Moms ketahui setelah memahami definisinya. Perlu Moms ketahui, bahwa setiap setiap orang tua memiliki pola asuh yang berbeda dengan orang tua lain. 

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyak hal, baik karena faktor keluarga itu sendiri maupun faktor kondisi anaknya. Meski demikian, pada umumnya ada macam-macam pola asuh pada anak yang paling sering diterapkan. 

Berikut macam-macam pola asuh pada anak. 

Pola Pengasuhan Otoriter (Authoritarian Parenting)

Moms, pasti pernah kan mendengar tentang pola pengasuhan otoriter? Pasti pernah dong. Pasalnya, pola ini termasuk satu dari sekian banyak pola asuh pada anak yang sering diterapkan orang tua. 

Pola pengasuhan otoriter dalam penelitian Ni Putu Putri Asmariani (2019) disebutkan sebagai suatu gaya pengasuhan yang membatasi dan menghukum. Pada konteks ini, orang tua mendesak anak mereka untuk mengikuti arahan yang diberikan. 

Definisi tersebut menjadikan pola asuh otoriter memiliki batas dan kendali yang tegas. Kondisi ini akan meminimalkan kemungkinan terjadinya perdebatan verbal antara orang tua dengan anak. 

Adapun ciri khas dari pola ini adalah anak yang diharuskan mengulang pekerjaannya. Hal ini terjadi apabila orang tua menganggap bahwa hasil pekerjaan anaknya belum sesuai dengan yang diperintahkan. 

Selain itu, ciri lainnya adalah orang tua juga sering memberikan hukuman apabila anak tidak mematuhi perintahnya. Bahkan, orang tua sering kali menggunakan suara keras ketika menyuruh anaknya. 

Berbagai hal tersebut kemudian dapat memengaruhi kondisi anak, seperti anak menjadi tidak bahagia, selalu merasa takut, cemas, dan tidak jarang membandingkan dirinya dengan orang lain. 

Perasaan-perasaan seperti itu juga menjadikan anak sering gagal dalam suatu hal, selain itu juga memiliki komunikasi yang kurang baik dengan lingkungan di sekitarnya. Parahnya, beberapa kasus bahkan menunjukkan anak jadi memiliki sifat agresif. 

Itulah pola pengasuhan otoriter sebagai salah satu jenis pola asuh pada anak. Apakah Moms tertarik untuk menerapkan pola ini pada si kecil? 

Pola Pengasuhan Demokratis (Authoritative Parenting)

Apabila pola pengasuhan otoriter kurang sesuai untuk diterapkan pada anak, Moms bisa mencoba pola demokratis. Apa itu pola pengasuhan demokratis? 

Masih dalam penelitian yang sama, pola pengasuhan demokratis merupakan suatu gaya pengasuhan yang mendorong anak untuk mandiri. Hal ini dilakukan dengan menerapkan batasan dan kendali dalam diri mereka. 

Berbeda dengan pola otoriter yang meminimalkan tindakan verbal, pola ini justru memunculkan tindakan verbal, seperti untuk memberi dan menerima. Selain itu, orang tua juga bersikap lebih hangat dan penyayang terhadap anaknya. 

Nah, ciri khas penerapan pola asuh demokratis pada anak oleh orang tua adalah terciptanya komunikasi yang baik antara keduanya. Sebabnya karena adanya orang tua dan anak melibatkan diskusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi. 

Ciri khas tersebut kemudian mendorong orang tua untuk memberikan pujian kepada anaknya. Dampaknya, anak yang mendapat pola asuh ini dari orang tuanya bisa melakukan berbagai hal baik, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki cinta kasih. 

Itulah pola pengasuhan demokratis bisa menjadi solusi apabila pola otoriter kurang sesuai untuk Moms terapkan pada si kecil. 

Pola Pengasuhan Membiarkan (Permissive Indulgent)

Moms, siapa nih yang suka mengasuh anaknya dengan cara-cara yang bisa dikatakan membiarkan? Apabila Moms adalah tipe orang tua seperti itu maka pola pengasuhan membiarkan bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Pola pengasuhan membiarkan adalah gaya orang tua dalam mengasuh anaknya dengan cara terlibat langsung dengan anak-anak mereka. Meski demikian, orang tua tidak sampai dalam batasan menuntut atau mengendalikan mereka. 

Pasalnya, orang tua yang menerapkan pola asuh ini akan membiarkan anak-anaknya melakukan hal-hal yang diinginkan. Alasannya karena orang tua percaya bahwa kombinasi keterlibatan keduanya akan menghasilkan anak yang kreatif dan percaya diri. 

Namun, penerapan pola ini sering menghasilkan anak-anak yang jarang belajar menghargai orang lain dan sulit mengendalikan perilakunya. Selain itu, beberapa anak bahkan terlihat lebih mendominasi, egois, tidak patuh, dan kesulitan dalam berteman. 

Pola Pengasuhan Mengabaikan (Permissive Indifferent)

Moms, selanjutnya adalah pola pengasuhan mengabaikan. Apakah Moms pernah menerapkan pola ini pada si kecil? Semoga belum pernah ya, Moms. 

Pola pengasuhan mengabaikan merupakan gaya orang tua dalam mengasuh anak, yaitu dengan tidak terlibat dalam kehidupan mereka. Biasanya, hal ini terjadi karena orang tua tidak punya banyak waktu untuk anak-anaknya. 

Padahal, pola asuh membiarkan akibatnya adalah anak memiliki hubungan yang tidak baik dengan lingkungan sosial tempat tinggalnya. Selain itu, juga kurang kompeten dalam menyikapi sosial dan memiliki kontrol diri yang buruk. 

Akibat yang lebih parah adalah anak jadi menurunkan harga dirinya, tidak dewasa, dan bahkan sampai merasa terasing dari keluarganya. Kondisi ini akan mendorong seorang anak untuk melanggar suatu peraturan atau melakukan kenakalan-kenakalan pada masa remajanya. 

Itulah pola asuh membiarkan yang juga harus Moms ketahui sebagai pembanding dengan pola-pola yang lain. 

Faktor yang Memengaruhi Pola Asuh 

Pola Asuh

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang tua memiliki pola asuhnya masing-masing. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang memengaruhi pola asuh orang tua pada anaknya sebagai berikut. 

Pendidikan Orang Tua 

Pendidikan orang tua merupakan faktor yang memengaruhi gaya pengasuhan orang tua kepada anaknya. Hal ini berkaitan dengan pengalaman orang tua dalam merawat anak dan proses penerapan pola pengasuhannya. 

Faktor pendidikan ini biasanya menjadikan orang tua lebih aktif dalam mengasuh anak, mengamati segala proses tumbuh kembangnya, dan bahkan selalu berupaya memenuhi kebutuhan waktu bersama anak. 

Berbagai tindakan tersebut tentunya menjadikan fungsi keluarga dan kepercayaan anak menjadi berkembang. 

Lingkungan Tempat Tinggal 

Lingkungan merupakan faktor yang juga sangat memengaruhi pola asuh orang tua pada anak. Hal ini dikarenakan lingkungan adalah salah satu hal yang juga membentuk karakter anak. 

Budaya/Kebiasaan 

Budaya atau kebiasaan termasuk faktor yang memengaruhi pola asuh orang tua pada anak. Hal ini dikarenakan setiap orang tua biasanya meniru budaya atau kebiasaan orang tua lain dalam menerapkan pola pengasuhan.

Kondisi tersebut tentunya didasarkan atas keberhasilan pola asuh yang diterapkan oleh orang lain. Selain itu, juga dianggap baik untuk menuju kematangan dalam mengasuh anak. 

Itulah beberapa faktor yang memengaruhi pola asuh orang tua pada anak. 

Pengasuhan Layak untuk Anak Indonesia 

Pola Asuh

Hari Anak Nasional (HAN) 2023 kali ini, Pemerintah Indonesia menggalakkan subtema Pengasuhan Layak untuk Anak Indonesia. Hal ini bertujuan agar anak-anak terlindungi, sehingga Indonesia bisa maju. 

Subtema ini memang dibuat untuk mewujudkan pola pengasuhan yang layak, terutama pada proses tumbuh kembang anak. Sehingga, anak-anak Indonesia dapat terhindar dari menjadi korban kekerasan dan diskriminasi. 

Selain itu, pola pengasuhan yang layak juga bisa untuk mencegah anak-anak mengalami gizi buruk kronis (stunting). Misalnya, Moms dapat menggunakan pola asuh yang baik untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Meningkatkan nafsu makan dengan pola pengasuhan layak anak tentunya dapat memengaruhi kondisi ketersediaan gizinya.

Gizi yang tercukupi dapat mencegah anak mengalami stunting. Misalnya, Moms bisa memberikan Vitummy dengan formula Selenium Silver Pro yang 3X lebih ampuh meningkatkan nafsu makan anak. Yuk, dapatkan produk Vitummy sekarang juga!


Share on:

Seorang content writer brand support Madu Vitummy di Erdigma Indonesia. Dia menulis artikel tentang kesehatan, pola asuh, dan gaya hidup sehat. Selain itu, dia juga menyukai riset, membaca buku, dan menulis.

Tinggalkan komentar